Harga Minyak Meroket Ditopang Pemangkasan Produksi OPEC+

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 08:14 WIB
Harga minyak mentah dunia melanjutkan kenaikan tajam dalam dua hari terakhir. Kenaikan melampaui 2 persen karena pemangkasan produksi oleh OPEC+. Harga minyak mentah dunia melanjutkan kenaikan tajam dalam dua hari terakhir. Kenaikan melampaui 2 persen karena pemangkasan produksi oleh OPEC+. Ilustrasi kilang minyak. (iStock/bomboman).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia melonjak pada akhir perdagangan Rabu (15/10), sehingga memperpanjang kenaikan tajam dalam dua hari berturut-turut. Kenaikan harga minyak ini ditopang oleh pemangkasan produksi minyak pasokan September oleh OPEC dan sekutunya atau OPEC+.

Mengutip Antara, Kamis (16/10), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember ditutup naik 87 sen atau 2,05 persen menjadi US$43,32 per barel.

Sedang, kontrak berjangka minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November bertambah 84 sen atau 2,09 persen menjadi US$41,04 per barel.


Negara anggota OPEC+ mematuhi pakta untuk memangkas pasokan minyak pada September. Tingkat kepatuhannya bahkan mencapai 102 persen.

Sumber lain menyebutkan kepatuhan negara anggota OPEC terhadap pengurangan produksi minyak pada September adalah 105 persen. Sedangkan, kepatuhan negara non-OPEC adalah 97 persen.

Selain itu, OPEC memangkas perkiraan permintaan minyak dengan alasan dislokasi ekonomi yang disebabkan oleh virus corona.

"Ada risiko pemulihan permintaan terhambat oleh peningkatan kasus covid-19 baru-baru ini di banyak negara," kata Badan Energi Internasional (IEA).

Harga minyak menguat, bahkan ketika ekuitas kembali merosot karena kekhawatiran penyebaran pandemi covid-19. Penguatan harga minyak didukung oleh ekspektasi bahwa OPEC dapat menahan kelebihan pasokan.

Sementara itu, dolar AS terpantau melemah, sehingga dapat meningkatkan harga minyak mentah karena investor beralih ke aset-aset berisiko.

"Antara dolar AS dan peringatan dari IEA dapat mempengaruhi kebijakan OPEC di masa depan, nadanya berubah menjadi bullish di sini," terang Direktur Energi Berjangka di Mizuho, New York Bob Yawger.

Sementara itu, data dari EIA menunjukkan stok minyak mentah AS lebih rendah dalam sepekan terakhir. American Petroleum Institute (API) mengatakan persediaan minyak mentah AS turun lebih besar dari yang diperkirakan pada pekan terakhir.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)