Rincian Santunan Kematian TNI dan Polri Usai Dinaikkan Jokowi

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 15:51 WIB
Jokowi menaikkan santunan kematian bagi anggota TNI, Polri dan PNS Kementerian Pertahanan. Berikut rinciannya. Jokowi menaikkan santunan kematian bagi anggota Polri dan TNI. Ilustrasi. ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan santunan kematian untuk perwira TNI, Polri, dan PNS Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dari Rp17 juta menjadi Rp30 juta. Bagi PNS Kementerian Pertahanan dan PNS Polri, ini hanya berlaku bagi jabatan pimpinan tinggi madya, pratama, administrator, pengawas atau fungsional.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2015 tentang Asuransi Sosial Prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam aturan itu juga disebutkan Jokowi meningkatkan santunan lain. Berikut rinciannya.


Pertama, Satunan kematian untuk bintara, tamtama TNI, dan Polri naik dari Rp15,5 juta menjadi Rp27,5 juta.

Kedua, santunan kematian PNS di Kementerian Pertahanan dan PNS Polri dengan jabatan pelaksana atau fungsional naik dari Rp15,5 juta menjadi Rp27,5 juta.

Ketiga, santunan risiko kematian khusus lantaran gugur yang diberikan kepada ahli waris naik dari Rp400 juta menjadi Rp450 juta.

Keempat, santunan risiko kematian khusus karena tewas diberikan ke ahli waris naik dari Rp350 juta dari sebelumnya Rp275 juta.

[Gambas:Video CNN]

Selain santunan, Jokowi melalui beleid tersebut juga menaikkan iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Besaran iuran yang ditanggung pemberi kerja naik dari 0,41 persen dari gaji peserta setiap bulan menjadi 0,62 persen dari gaji pokok terakhir peserta setiap bulan.

Pemerintah juga mengubah skema penggantian biaya pengangkutan peserta yang mengalami kecelakaan kerja ke rumah sakit dan/atau ke rumah peserta. Dalam aturan sebelumnya, dana yang ditanggung maksimal sebesar Rp2 juta.

Kini, penggantian biaya akan bergantung kategori. Rinciannya, angkatan darat dan sungai atau danau paling besar Rp2 juta, angkutan laut paling besar Rp2,5 juta, dan angkutan udara paling besar Rp4 juta.

Di sisi lain, pemerintah tak mengubah besaran bantuan beasiswa yang jumlahnya sebesar Rp30 juta untuk satu orang. Semua aturan baru ini berlaku mulai 30 September 2020.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK