Pemerintah Yakin Imunisasi Covid-19 Bantu Pulihkan Ekonomi

KCP PEN, CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 15:44 WIB
Pemerintah melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) menyatakan imunisasi Covid-19 akan bantu pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) menyatakan imunisasi Covid-19 akan bantu pemulihan ekonomi nasional. Foto: cnnindonesia/adhiwicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia masuk sebagai lima negara dengan kontraksi ekonomi rendah dibanding negara lain. Pemerintah meyakini imunisasi Covid-19 nantinya akan membantu pemulihan ekonomi nasional.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) Airlangga Hartarto meyakini pemberian vaksin Covid-19 menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi. Kini pemerintah tengah bekerja menyusun rencana imunisasi secara bertahap. Ia percaya kekebalan kelompok pasca vaksinasi menjadi modal penting pemulihan ekonomi.

"Dan optimisme itu dampak positifnya dua, yaitu terhadap penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi," tuturnya dalam konferensi pers Update Komite KPCPEN: Vaksin COVID-19, Protokol Kesehatan, Antisipasi Banjir di Media Center Satgas Penanganan COVID-19, Graha BNPB Jakarta, Senin (12/10).


Begitu imunisasi dilakukan, masyarakat diperkirakan bisa memiliki kekebalan tubuh atas suatu penyakit, lalu terbentuklah kekebalan kelompok atau herd immunity. Kekebalan kelompok ini menjadi modal penting untuk memulihkan ekonomi.

"Sehingga yang terlihat adalah optimisme bahwa di tahun 2021 nanti dengan mulainya imunisasi, perekonomian Indonesia akan tumbuh 4,5 - 5,5 persen," lanjut dia.

Langkah ini, menurut dia, merupakan perpaduan antara saat sains dan teknologi bekerjasama. Berbagai masalah ekonomi dunia sudah mengecap pengalaman ini.

"Kita sudah melihat recovery daripada Purchasing Manager Index (PMI) walaupun turun sedikit karena PSBB," ungkapnya.

Airlangga juga mengatakan 30 juta dosis vaksin akan diterima Indonesia pada kuartal IV tahun 2020 ini. Ia menyebutkan jumlah vaksin itu berasal dari Sinovac, Sinopharm, dan Astra Zeneca. Pemerintah telah mengorder 50 juta vaksin dari Astra Zeneca dan sekarang telah berangkat untuk pemesanan pertama.

(ayo/fjr)

[Gambas:Video CNN]