BPH Migas Jadikan Sumsel Provinsi Berbasis Jaringan Gas

BPH Migas, CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 12:13 WIB
BPH Migas menggelar acara bertajuk Sosialisasi Tugas, Fungsi, dan Capaian Kerja BPH Migas Tahun Anggaran 2020 di Palembang, Sumsel, pada Jumat (16/10). BPH Migas menggelar acara bertajuk Sosialisasi Tugas, Fungsi, dan Capaian Kerja BPH Migas Tahun Anggaran 2020 di Palembang, Sumsel, pada Jumat (16/10). (Foto: dok. BPH Migas)
Jakarta, CNN Indonesia --

BPH Migas menggelar acara bertajuk Sosialisasi Tugas, Fungsi, dan Capaian Kerja BPH Migas Tahun Anggaran 2020 di Palembang, Sumatera Selatan, pada Jumat (16/10).

Dalam acara yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan itu, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan agar lewat kegiatan sosialisasi ini, masyarakat lebih paham tentang tugas dan fungsi BPH Migas. Sehingga, pendistribusian BBM dan gas bumi bisa tepat sasaran.

Ia menyampaikan, saat ini dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, 7 di antaranya telah tersambung jaringan gas di 75.674 Sambungan Rumah (SR) meliputi Kabupaten Pali, Musi Rawas, Muara Enim, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Kota Palembang dan Prabumulih. Sementara untuk tahun 2020, direncanakan pembangunan 38.591 SR mencakup Kabupaten Ogan Ilir 4.046 SR, Kota Palembang 9.312 SR, Ogan Komering Ulu 5.000 SR, Muara Enim 8.044 SR, Musi Rawas 4.809 SR, dan Kabupaten Musi Banyuasin 7.380 SR.


"Kami (BPH Migas) berharap Sumsel sebagai percontohan provinsi di Indonesia yang berbasis gas di seluruh kabupaten/kota, karena di Provinsi Sumsel ini adalah lumbung gas bumi dan komitmen BPH Migas dalam menetapkan harga jual selalu di bawah harga pasar gas tabung (elpiji) 3 kg dan 12 kg sebagaimana yang telah dilakukan di 52 kabupaten/kota di seluruh Indonesia," kata Ifan.

Ifan mengaku optimis target tersebut akan terwujud, mengingat skema pendanaan pembangunan jargas bisa menggunakan pola investasi Badan Usaha, atau melalui APBN. Lebih lanjut ia berharap, penggunaan gas tak terbatas untuk keperluan industri dan rumah tangga saja, namun juga untuk bahan bakar kereta api.

Di luar negeri, kata Ifan, LNG dipakai sebagai bahan bakar kereta api. Menurutnya, LNG dapat dipasok dari Blok Migas di wilayah Sumsel yang terkenal sebagai lumbung gas hingga melakukan ekspor ke Singapura, dan juga dialirkan ke Pulau Jawa melalui Pipa Transmisi SSWJ. Keunggulannya, lebih bersih dan lebih murah.

"LNG untuk kereta api di wilayah Sumsel, tinggal tapping dari Pipa Transmisi, lalu diregasifikasi masuk storage LNG di wilayah Kertapati dan sekitarnya kemudian disalurkan dalam ISO tank yg dipasang di belakang lokomotif kereta api sebagai bahan bakar lokomotif penggerak dan kereta pembangkit untuk penerangan gerbong kereta api seperti yang telah digunakan USA, Kanada, Rusia, dan India," kata Ifan.

Ifan menambahkan, untuk tahun ini kuota JBT (solar subsidi) Provinsi Sumsel sebanyak 557.688 KL, naik 2.796 KL (0,5 persen) dari kuota 2019 sebesar 554.892 KL, sedangkan kuota JBKP masih sama seperti tahun lalu sebesar 256.438 KL. Untuk realisasinya, JBT sampai 30 September 2020 sebesar 365.448 KL (65,53 persen) dan untuk realisasi JBKP sebesar 167.949 KL (65,49 persen).

Untuk menjamin ketersediaan BBM di Sumsel, BPH Migas tengah mengembangkan mini SPBU berbasis kecamatan berupa pertashop dan sub penyalur. Empat pertashop sudah didirikan, yakni satu di Kabupaten Muara Enim, dua di Ogan Komering Ilir, dan satu di Ogan Komering. Berikutnya, direncanakan dibangun 400 pertashop yang menjual BBM nonsubsidi dengan harga jual sama seperti di SPBU.

Sementara, sub penyalur diperuntukkan pada konsumen yang sudah terdaftar dan menjual BBM solar subsidi dan premium dengan harga jual sesuai di SPBU, ditambah ongkos angkut yang ditetapkan oleh bupati/wali kota. Di Kabupaten Ogan Ilir, baru ada dua lokasi sub penyalur. Menurut Ifan, hal ini menjadi kado prestasi yang dikawal oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin untuk BPH Migas dan masyarakat Sumsel.

Alex Noerdin sendiri menilai positif kegiatan sosialisasi ini. Ia berjanji akan melakukan pembahasan agar jaringan gas masuk di 17 kabupaten/kota Sumsel. Kerja sama berbagai pihak, katanya, akan dibutuhkan untuk percepatan perwujudan.

"Sudah 15 tahun lebih gas kita menerangi Singapura, Jawa dan provinsi lain. Jadi sekarang kita penuhi dulu kebutuhan di Sumsel. Untuk Sumsel kita prioritaskan dulu Jargas. Daerah lain janganlah protes karena Sumsel penghasil gas, jadi wajar kalau didahulukan," ujar Alex.

Doni Indrawan selaku Region Manager Ciporate Sales II PT Pertamina (Persero) MOR II Pertamina menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan BBM subsidi (solar) dan premium penugasan ke seluruh Indonesia berdasarkan penugasan dan kuota dari BPH Migas. Menurutnya, pertashop menjadi strategi Pertamina dalam memperluas penyaluran distribusi BBM. Pertamina juga berkontribusi dalam penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dalam bentuk Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

"Setiap liter BBM yang dibeli oleh konsumen kita setorkan PBBKB ke Pemprov. Untuk tahun 2019 menyumbang 800 miliar dan karena Covid-19, tahun 2020 menurun baru sekitar 600 miliar," kata Doni.

(rea)