Pengusaha soal Tidak Ikuti Cuti Bersama: Kebanyakan Libur

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 19:36 WIB
Kalangan pengusaha menyebut banyak pengusaha tidak akan mengikuti cuti bersama pda 28 dan 30 Oktober karena banyaknya libur sepanjang tahun ini. Kalangan pengusaha menyebut banyak pengusaha tidak akan mengikuti cuti bersama pda 28 dan 30 Oktober karena banyaknya libur sepanjang tahun ini. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno menyebut banyaknya pengusaha yang tidak mengikuti cuti bersama pemerintah pada 28 dan 30 Oktober mendatang dikarenakan sudah terlalu banyak hari libur sepanjang tahun ini.

Benny menyebut dalam setahun libur nasional sudah dijatah selama 15 hari, belum lagi libur rutin akhir pekan setiap Minggu. Karenanya, ia tak melihat desakan bagi pekerja untuk mengambil 2 hari cuti bersama tersebut.

Apalagi, cuti bersama akan memangkas jatah cuti setiap karyawan yang hanya 12 hari dalam setahun.


"Sudah terlalu banyak liburnya ya dan dipotong cuti juga, kasihan yang cutinya utuh biar nggak kepotong-potong liburnya," katanya kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/10).

Selain itu, ia menyebut pengusaha juga baru menikmati kenaikan produktivitas, sehingga memang dibutuhkan hari kerja untuk memaksimalkan kenaikan volume produktivitas usaha.

Ia menjelaskan bahwa dalam siklusnya, pada kuartal terakhir setiap tahun memang perusahaan menerima kuota ekspor yang lebih tinggi dari kuartal lainnya. Sehingga, karyawan dibutuhkan untuk memenuhi target ekspor.

"Aktivitas baru mulai naik. Kalau libur nanti produktivitasnya turun. Artinya, untuk memenuhi permintaan ekspor ada latest shipment date (batas akhir order dikirim)," imbuhnya.

Namun, Benny menyebut jika karyawan ngotot ingin mengambil cuti bersama, ia tak akan melarang. Bercermin dari pengalamannya tahun lalu, dia optimistis mayoritas pekerja akan masuk kerja.

Sementara, menurut Wakil Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan Bob Azzam banyak pengusaha yang tak mengambil cuti bersama pada Oktober ini dikarenakan jatah cuti telah dipakai pada cuti Idulfitri pada Mei lalu.

Pasalnya, kala itu memang tak banyak pekerjaan sehingga pengusaha tak menggeser cuti bersama ke akhir tahun sesuai arahan pemerintah untuk menghindari mudik.

"Yang lalu kan walau pemerintah suruh kerja tapi enggak ada kerjaan, mau gimana? Masalahnya perusahaan waktu lebaran lalu juga nggak ada produksi, karyawan juga dirumahkan, jadi buat apa cuti bersama digeser?" ucapnya.

Bob menyebut di masa pemulihan saat ini lah malah dibutuhkan hari kerja. Sehingga ia menilai pemerintah terbalik dalam menetapkan cuti bersama. 

Ia membantah jika langkah tak mengikuti cuti bersama pemerintah dikarenakan pengusaha takut merugi. "Bukan, karena memang sudah libur, masa libur lagi?" tutupnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK