Sambangi KPK, Bos Jiwasraya Bahas Nasib Polis Pegawai

CNN Indonesia | Jumat, 13/11/2020 19:27 WIB
Bos Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyambangi KPK untuk membahas restrukturisasi polis pegawai yang berjumlah Rp20 miliar. Jiwasraya ke KPK untuk membahas nasib polis [pegawai. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)untuk membahas nasib polis asuransi Tunjangan Hari Tua (THT) pegawai KPK yang dititipkan kepada perusahaannya.

Hexana mengatakan kedatangannya adalah sebagai tamu untuk membahas rencana restrukturisasi polis milik pegawai KPK yang jumlahnya sekitar Rp20 miliar.

Katanya, polis akan diselamatkan lewat perusahaan baru yaitu Indonesia Financial Group (IFG). Nantinya, setelah restrukturisasi, polis akan ditransfer ke IFG untuk dilakukan penyelamatan lewat skema bail-in.


Untuk diketahui, skema bail-in merupakan cara menyelesaikan permasalahan perusahaan menggunakan sumber pendanaan dari dalam perusahaan itu sendiri yang berasal dari pemegang saham.

"Untuk penyelamatan itu kami kan penyelamatan polis ya, jadi melalui restrukturisasi kemudian ditransfer ke company (perusahaan) dan di-bail in ke sana," jelas Hexana kepada wartawan selepas menghadap KPK pada Jumat (13/11)

Dia memastikan manfaat dari polis akan kembali normal setelah proses penyelamatan dirampungkan. Namun, ia tak menjelaskan lebih rinci kapan penyelamatan akan dilakukan.

"Jadi yang diselamatkan polisnya ya, jadi manfaatnya akan diperoleh setelah normal lagi, setelah direstrukturisasi, dan ditransfer ke sana (IFG)," jelas Hexana.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, pemerintah meluncurkan holding perusahaan asuransi dan penjaminan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Indonesia Financial Group (IFG) untuk 'membereskan' persoalan yang membelit Jiwasraya.

Pendanaannya berasal dari suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp22 triliun. Suntikan modal itu akan diberikan dengan dua tahap, yakni sebesar Rp12 triliun pada 2021 dan Rp10 triliun pada tahun berikutnya.

Dana tersebut akan menjadi modal dasar untuk menggerakkan bisnis IFG Life dan menampung liabilitas dari polis-polis nasabah Jiwasraya hasil direstrukturisasi.

Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga pernah menyampaikan IFG Life akan fokus pada layanan asuransi jiwa berbasis proteksi. Perusahaan juga akan menawarkan produk perencanaan masa depan dalam bentuk dana pensiun, yang berbentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

"Termasuk melakukan migrasi portofolio Jiwasraya yang telah selesai direstrukturisasi," kata Pantro belum lama ini.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK