INKA Klaim Bisa Bikin Kereta Lebih Murah dari Produk China

CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 16:44 WIB
INKA percaya diri bisa memproduksi kereta lebih murah dari produk China. Itu mereka dasarkan pada kemenangan dalam lelang proyek di Bangladesh dan Filipina. INKA percaya diri bisa membuat kereta lebih murah dibandingkan dengan buatan China. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Dhio Faiz).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA Budi Noviantoro mengklaim pihaknya mampu memproduksi kereta api yang lebih murah dari kompetitor terberat yakni China.

Dia bilang INKA sudah dua kali unggul dari China dalam proses lelang terbuka di Bangladesh dan Filipina. Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa BUMN mampu bersaing dengan negara luar.

"Ini lelang terbuka ada risikonya, apalagi kalau ketemu perusahaan China. Kami tahu harga China sudah mepet, sudah murah INKA masih (lebih) murah, jadi menang ini beberapa kali kami dapat (proyek)," katanya di acara Ngopi BUMN, Rabu (18/11).


Sesuai dengan harapan Kementerian BUMN ingin menjajaki pasar global. Budi menyebut pihaknya telah membentuk Indonesia Incorporated 'mini' antara INKA, PT KAI (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Len Industri (Persero), dan PT Timah (Persero) Tbk untuk menggarap proyek di Benua Afrika.

Dia bilang pihaknya telah menerima tiga proyek pembangunan lintas negara di benua Afrika yang membutuhkan waktu pengerjaan selama 30 tahun.

Ketiga proyek pembangunan yang dimaksudnya adalah lintasan Liberia-Libya sepanjang 7.411 kilometer (Km), lintasan Gabon-Eritrea sepanjang 4.564 Km, dan lintasan Kongo-Tanzania sepanjang 5.797 Km.

Proyek ini, kata dia, sekaligus membuka peluang kerja untuk tenaga kerja profesional Indonesia yang ingin bekerja di Afrika untuk 20-30 tahun ke depan.

Untuk mendukung proyek transportasi ini, BUMN akan membangun pabrik di salah satu negara yang mengambil bagian dari proyek tersebut.

"Kemungkinan kami akan bangun pabrik di sana karena ini cukup besar, cover untuk lintas Afrika cukup besar kebutuhannya," imbuhnya.

Tak hanya di Afrika, ia juga melihat peluang di Amerika Latin. Setidaknya ada tiga negara yang menurut dia tertarik bekerja sama dengan INKA.

Salah satunya Honduras yang membutuhkan 252 lokomotif dengan total 8.824 wagon. Lalu, ada Ekuador yang membutuhkan 68 lokomotif dengan total 1.020 wagon dan Uruguay dengan permintaan 2 lokomotif dan 40 wagon.

"Kata kunci mereka sebetulnya agak bosan dengan produk China," tutupnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK