Kronologi Tabungan Nasabah Maybank Raib Rp72 Juta

CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 15:20 WIB
Seorang nasabah Maybank di Solo mengaku kehilangan saldo tabungan Rp72 juta. Berikut kronologinya. Seorang nasabah Maybank di Solo mengaku kehilangan saldo tabungan Rp72 juta. Ilustrasi. (Istockphoto/ Utah778).
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang nasabah asal Solo, Candraning Setyo mengaku kehilangan saldo tabungan di PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) sebesar Rp72,65 juta.

Gading Satria Nainggolan, Kuasa Hukum Candraning memaparkan kronologi hilangnya saldo milik kliennya. Ia menyatakan terdapat sejumlah keanehan pada kejadian tersebut.

Ia menjelaskan kejadian bermula pada 11 Juni 2020. Saat ini, nomor seluler Candraning mengalami gangguan. Nomor tersebut adalah layanan pasca bayar dari Indosat Ooredoo.


Kebetulan, nomor tersebut adalah nomor seluler yang didaftarkan oleh Candraning pada Maybank Indonesia di kantor cabang Urip Sumoharjo, Solo. Nomor itu didaftarkan untuk rekening tabungan atas nama Candraning sendiri.

"Kronologinya pada 11 Juni 2020 nomor seluler klien kami mati, tidak dapat sinyal, jadi tidak bisa telpon, kirim Whatsapp," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/11).

Lalu, 2 hari kemudian tepatnya pada Sabtu, 13 Juni 2020, Candraning mendatangi gerai Indosat Ooredoo di Solo. Sayangnya, gerai Indosat Ooredoo sudah tutup, sehingga ia baru bisa datang kembali pada Senin, 15 Juni 2020.

"Tanggal 15 Juni 2020 berhasil diaktifkan lagi kartu seluler milik klien kami dengan cara diterbitkan kartu baru oleh Indosat Ooredoo," jelasnya.

Selanjutnya, Candraning baru menyadari jika uang saldonya di Maybank Indonesia raib pada 18 Juni 2020. Saat itu, ia datang ke kantor cabang Maybank Indonesia Solo untuk mencetak rekening koran untuk kepentingan bisnis.

"Di tanggal 18 Juni 2020 akhirnya sadar kok saldonya tinggal Rp80 ribu tadinya sekitar Rp72 juta sekian, di sana dia baru sadar kemudian pada hari yang sama klien kami membuat pengaduan internal kepada pihak bank yang menyatakan uangnya hilang," jelasnya.

Keesokan harinya, pada 19 Juni 2020, Candraning melaporkan kejadian itu pada Polresta Surakarta.

Namun, Gading mengungkapkan jika pengaduan internal kliennya baru ditindaklanjuti oleh Maybank Indonesia pada 7 Agustus 2020, sekitar satu bulan sejak keluhan disampaikan oleh Candraning.

"Tanggapan mereka (Maybank Indonesia) transaksi sudah memenuhi prosedur dengan cara melakukan transaksi mobile banking, memasukan user name dan password, karena telah memenuhi standar prosedur sehingga pihak Maybank Indonesia tidak bisa melakukan penggantian," jelasnya.

2 Kejanggalan

Gading mengungkapkan terdapat 2 kejanggalan pada kejadian bobolnya saldo milik Candraning.

Pertama, pada 11 Juni 2020 tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan Candraning terjadi transaksi dana dari rekeningnya sehingga Rp72.653.000 raib. Transaksi tersebut bertepatan ketika nomor seluler Indosat Ooredoo miliknya bermasalah.

"Ada 5 transaksi mencurigakan dan transaksinya itu hanya jeda 1 menit, 2 menit, 3 menit. Jadi dalam 20 menit itu habis uang Rp72,65 juta," ungkapnya.

Dari 5 transaksi mencurigakan itu, terdiri dari 2 transaksi kepada rekening bank lain dan 3 lainnya adalah top up dompet elektronik OVO.

Rinciannya, pertama, transaksi pemindahbukuan ke Bank BTPN atas nama M. Rafli senilai Rp25 juta pada pukul 13:24 WIB. Kedua, transaksi top up saldo OVO senilai Rp9.801.000 pukul 13:26 WIB. Ketiga, transaksi top up saldo OVO senilai Rp9.901.000 pukul 13:27 WIB.

Keempat, transaksi pemindahbukuan ke Bank BRI atas nama Septian Hadi Prayitno senilai Rp25 juta pukul 13:30 WIB. Kelima, top up saldo OVO senilai Rp2.951.000 pukul 13:32 WIB.

Kejanggalan kedua, Gading menuturkan nomor seluler milik kliennya adalah jenis pasca bayar. Seperti diketahui, pembuatannya pun harus dilakukan secara tatap muka dan dengan menunjukkan KTP di hadapan pegawai gerai Indosat Ooredoo.

Ia menuturkan pihak Indosat Ooredoo mengatakan jika pada 11 Juni 2020 (bertepatan dengan transaksi di rekening Candraning), ada orang lain yang menerbitkan kartu seluler dengan nomor Candraning. Ini menyebabkan nomor seluler milik Candraning tidak dapat digunakan.

"Jadi ada orang lain di 11 Juni yang terbitkan kartu, di tanggal 11 Juni itulah kenapa sim card klien kami tidak aktif. Jadi, kejadian hilang sinyal itu karena diterbitkan sim card serupa di tempat lain yang kami tidak tahu," katanya.

Secara terpisah, Juru Bicara Maybank Indonesia Tommy Hersyaputera mengatakan transaksi yang menyebabkan nasabah kehilangan saldonya adalah transaksi yang dilakukan melalui mobile (digital) banking. Transaksi itu disebut sesuai mekanisme dan fitur keamanan yang diterapkan perbankan.

"Investigasi kami juga menunjukkan bahwa transaksi perpindahan dana dari rekening nasabah kepada pihak ketiga tersebut dilakukan sesuai mekanisme dan telah melalui fitur keamanan yang ditetapkan dalam transaksi melalui mobile banking," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK