Xi Jinping Kaji Gabung Perjanjian Dagang yang Ditinggal Trump

CNN Indonesia | Minggu, 22/11/2020 15:47 WIB
Presiden China Xi Jinping mempertimbangkan untuk bergabung dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). Presiden China Xi Jinping mempertimbangkan untuk bergabung dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). (HECTOR RETAMAL / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden China Xi Jinping mempertimbangkan untuk bergabung dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) sebagai salah satu upaya Beijing agar kian berpengaruh dalam perdagangan global

Dalam KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Xi mengatakan kemitraan tersebut harus terus mempromosikan integrasi ekonomi regional dan membangun zona perdagangan bebas Asia-Pasifik lebih awal.

"China akan secara aktif mempertimbangkan untuk bergabung dengan CPTPP," katanya, menurut media pemerintah China seperti dikutip AFP, Minggu (22/11).


CPTPP adalah versi terbaru dari kesepakatan raksasa yang awalnya didukung mantan presiden AS Barack Obama sebagai upaya untuk melawan kekuatan China yang meningkat di Asia. Dalam perjalannya, kerja sama tersebut ditinggalkan Presiden AS Donald Trump.

Trump menarik diri dari pakta perdagangan bebas tersebut setelah memenangkan kursi kepresidenan pada 2016. Saat itu ia berpaling dari apa yang dianggapnya sebagai kesepakatan multilateral yang tidak menguntungkan, tetapi 11 negara akhirnya setuju untuk menandatangani versi baru kesepakatan tersebut.

Sementara itu, Trump menghadiri KTT virtual tahun ini, saat dia terus menentang kekalahannya dari Joe Biden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar awal bulan ini. Komentar Xi datang hanya beberapa hari setelah Beijing dan 14 negara lain menandatangani kesepakatan perdagangan terbesar di dunia, Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).

Kesepakatan itu, yang terdiri dari 30 persen dari total output ekonomi dunia dan tidak termasuk Amerika Serikat, dipandang sebagai kudeta besar bagi China pada saat Washington mundur.

[Gambas:Video CNN]

Pakar perdagangan internasional yang berbasis di Singapura Deborah Elms mengatakan jika China benar-benar bergabung dengan CPTPP, hal itu dapat mendorong negara lain untuk ikut bergabung.

"Jika pernyataan ketertarikan (bergabung CPTPP) Xi terus ditekankan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, tentu saja akan menimbulkan banyak pertanyaan dari anggota saat ini, calon anggota dan lainnya yang sama sekali tidak memikirkan keanggotaan CPTPP," kata Elms, direktur eksekutif Asian Trade Center.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK