Perusahaan Bekas VOC Akan Investasi ke Papua

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 17:18 WIB
BKPM menyebut perusahaan eks Dutch East India atau VOC yang kini dikenal dengan Verstegen akan berinvestasi ke Papua pada 2021 mendatang. BKPM menyebut perusahaan eks Dutch East India atau VOC yang kini dikenal dengan Verstegen akan berinvestasi ke tanah Papua pada 2021 mendatang.(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut perusahaan eks Dutch East India (VOC) yang kini dikenal dengan Verstegen akan investasi ke Papua pada 2021 mendatang.

Terbang langsung ke Belanda, Bahlil mengaku 'jemput bola' demi mendapat kepastian investasi sebesar 40 ribu hektare kebun pala di Kabupaten Fakfak, Papua Barat tersebut.

Dia menyebut bahwa perusahaan yang dulu sempat menjajah RI ini sepakat dengan pemerintah untuk melakukan kerja sama tak hanya budidaya pala, namun juga mendirikan industri rempah di Papua.


Bahlil tak menyebutkan berapa besar investasi yang akan ditanamkan, namun Bahlil bilang tujuan dari mengajak salah satu perusahaan rempah terbesar dunia ini adalah untuk mendapatkan kepastian pasar.

"Masyarakat sana (Papua) perkebunannya banyak. Supaya harga bisa kami dongkrak dan agar ada kepastian pasar, 2021 sudah mulai. Verstegen adalah eks VOC yang 350 tahun jajah kita," kata Bahlil dalam diskusi daring Kongres ke-37 GMKI, Senin (23/11).

Lebih lanjut, Bahlil menyebut perusahaan menyanggupi persyaratan yang dibuat pemerintah Indonesia yaitu menggandeng pelaku UMKM.

Syarat diberikan agar pelaku usaha kecil lokal dapat tumbuh beriringan dengan investor asing yang masuk. Dia mengaku enggan meneken perjanjian jika perusahaan tak mau menggandeng UMKM.

Selain Verstegen, Bahlil secara terpisah juga menyatakan perusahaan Belanda lainnya, produsen Susu Bendera FrieslandCampina berniat menambah investasi sebesar Rp4,5 triliun di Indonesia pada awal 2021.

"Saya berterima kasih atas minat investasi dari FrieslandCampina ini. Kami siap menjemput bola. Kami juga telah sepakat bahwa Friesland akan memenuhi tiga syarat yang telah diajukan oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah juga menawarkan lahan gratis selama lima tahun untuk pendirian pabrik di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah," jelas Bahlil beberapa waktu lalu.

Rencananya FrieslandCampina melalui perusahaannya di Indonesia, Frisian Flag Indonesia, akan kembali berinvestasi senilai 220 juta Euro hingga 270 juta Euro atau Rp3,7 triliun hingga Rp4,5 triliun.

Perusahaan akan bergerak di bidang usaha industri susu segar, krim, susu kental manis serta turunannya.

Pertemuan dengan FrieslandCampina ini merupakan bagian dari rangkaian agenda pertemuan Kepala BKPM dengan empat Chief Executive Officer (CEO) perusahaan multinasional (MNC) atau korporasi global yang bergerak di berbagai sektor industri di Amsterdam, Belanda.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK