Konsumsi Listrik Minus 2,3 Persen per Oktober 2020

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 06:31 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan konsumsi listrik pada Oktober 2020 terkontraksi 2,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan konsumsi listrik pada Oktober 2020 terkontraksi 2,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan konsumsi listrik pada Oktober 2020 terkontraksi 2,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, konsumsi listrik Oktober 2020 naik 1,7 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Indikator konsumsi Oktober 2020 naik 1,7 persen, meski secara tahunan negatif," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (23/11).

Sri Mulyani menjelaskan konsumsi listrik sejak Juli 2020 mulai menunjukkan tren peningkatan. Hal ini menggambarkan pemulihan dari kegiatan masyarakat di masa pandemi covid-19.


Ia bilang sektor industri pada Oktober 2020 terkontraksi 8,1 persen. Namun, jika dilihat secara bulanan terlihat meningkat 0,2 persen.

"Sektor bisnis mengalami kenaikan 2,3 persen secara bulanan, menandakan kegiatan bisnis meningkat terhadap bulan sebelumnya," terang Sri Mulyani.

Selain itu, sektor rumah tangga juga mulai positif per Oktober 2020, baik secara bulanan dan tahunan. Rinciannya, sektor rumah tangga tumbuh 8,5 persen secara tahunan dan 2,6 persen secara bulanan.

Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia terlihat masih minus hingga kuartal III 2020. Namun, angkanya mulai membaik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia minus 5,32 persen pada kuartal II 2020 dan minus 3,49 persen pada kuartal III 2020. Meski masih minus pada kuartal III 2020, tapi angkanya tak sedalam pada kuartal II 2020.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK