Sri Mulyani Ramal Inflasi 2020 Terendah Selama Era Jokowi

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 10:55 WIB
Menkeu Sri Mulyani meramal inflasi tahun ini hanya akan berkisar 1,5 persen karena corona. Kalau ini benar, inflasi menjadi yang terendah selama era Jokowi. sri Sri Mulyani meramal tingkat inflasi tahun ini akan menjadi yang terendah selama era Jokowi karena corona. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi tingkat inflasi sepanjang 2020 hanya berkisar 1,5 persen. Ini menjadi angka terendah dalam enam tahun terakhir atau selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dengan covid-19, outlook 2020 diperkirakan inflasi 1,5 persen, ini sangat rendah dalam enam tahun terakhir," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (2/12).

Ia menyatakan rendahnya tingkat inflasi disebabkan pandemi covid-19. Wabah itu telah membuat permintaan di pasar turun signifikan.


"Ini bisa memberikan cost of fund lebih rendah, tapi tetap perlu hati-hati melihat permintaan yang harus perlu diperkuat," jelas Sri Mulyani.

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mencatat terjadi inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada November 2020. Inflasi lebih tinggi dibandingkan Oktober 2020 sebesar 0,07 persen.

Angka itu itu juga lebih tinggi dibandingkan inflasi November tahun lalu sebesar 0,14 persen. Sementara itu, secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 1,23 persen persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) inflasi mencapai 1,59 persen pada November ini.

[Gambas:Video CNN]

BPS mencatat mayoritas kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Lalu, dua kelompok lainnya mengalami deflasi.

Berdasarkan wilayah, inflasi terjadi di 83 kota dari 90 kota IHK. Sementara 7 kota lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 1,15 persen dan terendah di Bima sebesar 0,01 persen. Kemudian, deflasi tertinggi terjadi di Kendari dengan minus 0,22 persen dan terendah di Meulaboh dengan minus 0,01 persen.

 

(agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK