BI Pede Bidik Kredit Lompat 9 Persen pada 2021

CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 21:52 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis pertumbuhan kredit tahun depan bisa melompat hingga 9 persen melihat sejumlah sektor usaha mulai bangkit. Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis pertumbuhan kredit tahun depan bisa melompat hingga 9 persen melihat sejumlah sektor usaha mulai bangkit. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan mencapai 7 persen hingga 9 persen di 2021. Target itu jauh lebih tinggi dari posisi penyaluran kredit terakhir pada Oktober 2020 lalu yang tercatat minus 0,47 persen.

"Kami terus mendorong kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran untuk mengatasi kredit. Pertumbuhan kredit pada 2021 dapat mencapai 7 persen sampai 9 persen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020, Kamis (3/12).

Optimisme Perry tersebut didasari fakta bahwa sejumlah sektor mulai mencatat laju kredit positif. Menariknya, sektor tersebut masih memiliki plafon kredit di perbankan, sehingga penyalurannya bisa digenjot.


"Empat subsektor telah tumbuh kreditnya dan plafon kredit masih tersedia yaitu industri makanan dan minuman, telekomunikasi, logam dasar, serta kulit dan alas kaki," katanya.

Sementara itu, ia mengungkapkan 6 sektor membutuhkan insentif dari pemerintah agar plafon kredit yang tersedia di perbankan bisa dimanfaatkan. Sedangkan, 8 sektor lainnya tercatat membutuhkan penjaminan dan subsidi bunga dari pemerintah untuk mengatasi risiko penyaluran kredit.

Secara umum, ia menuturkan kondisi likuiditas perbankan cukup kuat sehingga bisa mendorong penyaluran kredit. Selain itu, ia mengatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperpanjang program restrukturisasi kredit sehingga perbankan tidak perlu khawatir terjadi peningkatan rasio kredit bermasalah (NPL).

[Gambas:Video CNN]

Namun, masih ada ganjalan dari sisi suku bunga kredit tinggi. Karenanya, Perry meminta perbankan menurun suku bunga kredit mengingat bank sentral telah memangkas suku bunga acuan ke level 3,57 persen. Ia mengatakan posisi tersebut merupakan terendah dalam sejarah.

"Kredit akan meningkat sejalan dengan membaiknya penjualan dan kemampuan bayar korporasi, khususnya korporasi besar," ucapnya.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK