Sri Mulyani Sentil Bank yang Tahan Kredit: Ekonomi Pingsan

CNN Indonesia | Selasa, 08/12/2020 12:14 WIB
Menkeu Sri Mulyani mendorong bank untuk mengalirkan kredit. Jika kredit terlalu lama disalurkan, ia khawatir ekonomi ikut pingsan. Menkeu Sri Mulyani mendorong bank untuk mengalirkan kredit. Jika kredit terlalu lama disalurkan, ia khawatir ekonomi ikut pingsan. (CNN Indonesia/ Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mendorong bank untuk mengalirkan kredit. Ia juga meminta pelaku usaha berani memanfaatkan kredit untuk aktivitas usaha.

Sebab, tanpa kredit dan aktivitas usaha, Ani, panggilan akrabnya, khawatir ekonomi terdampak negatif.

"Kalau terlalu lama (kredit) pingsan, ekonominya juga pingsan. Maka harus siuman dan harus segera pulih," ungkapnya dalam acara Business, Finance, dan Accounting (BFA), Selasa (8/12).


Artinya, ia melanjutkan, sektor keuangan harus memberikan menyalurkan kredit dan korporasi berani mengambil kredit.

"Nah, kalau dua-duanya, yang satu tidak berani beri kredit. Yang satunya tidak berani ambil kredit, maka ekonomi akan pingsan," imbuh Ani.

Catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laju kredit perbankan lesu. Per Oktober 2020, laju kredit terkontraksi 0,47 persen.

"Maka credit growth (pertumbuhan kredit) turun. Sekarang ini hampir di level nol persen, bahkan negative growth (tumbuh minus). Kredit yang lemah tidak akan mungkin mendorong ekonomi kita dan ekonomi tidak mungkin hanya didorong dengan APBN sendiri," tutur Ani.

Menurut Ani, pemerintah dan otoritas keuangan telah berupaya mendorong penyaluran kredit. Misalnya, pemberian restrukturisasi kredit oleh OJK yang jumlahnya mencapai Rp918,34 triliun per 12 Oktober 2020 lalu.

"Untuk usaha kecil bahkan bunganya dibayar, disubsidi oleh pemerintah, sehingga mereka tidak mengalami tekanan untuk pembayaran kreditnya," katanya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan program penjaminan kredit modal kerja bagi UMKM. Tujuannya, agar perbankan berani memberikan kredit meskipun risiko ketidakpastian masih tinggi.

"Karena kalau terjadi NPL tidak kena ke CKPN-nya (cadangan kerugian penurunan nilai), tapi dijamin pemerintah dan perusahaan berani untuk pinjam karena kalau terjadi default (gagal) juga dijamin pemerintah," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK