Studi Kemenkeu, Bansos Corona Sukses Rem Kenaikan Kemiskinan

CNN Indonesia | Selasa, 22/12/2020 12:23 WIB
Kemenkeu mengklaim bansos covid sukses meredam peningkatan kemiskinan sehingga angka yang harusnya bertambah jadi 10,96 persen hanya meningkat jadi 8,99 persen. Studi Kemenkeu menunjukkan bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah untuk membantu masyarakat dari tekanan covid berhasil meredam peningkatan kemiskinan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengklaim kucuran dana perlindungan sosial di program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berhasil menekan tingkat kemiskinan di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Proyeksinya, tingkat kemiskinan hanya mencapai 8,99 persen pada tahun ini.

Suahasil mengatakan klaim ini muncul dari hasil studi Kementerian Keuangan. Dalam studi tersebut dinyatakan bahwa laju kemiskinan berhasil diteken dengan banyaknya program perlindungan sosial di era pandemi.

"Studi Kemenkeu, perlindungan sosial menekan laju kemiskinan ke 8,99 persen dari seharusnya bertambah ke 10,96 persen karena pandemi covid-19," ucap Suahasil dalam konferensi pers virtual APBN KiTa edisi Desember 2020, Senin (21/12).


Menurutnya, hasil studi ini muncul karena target penyaluran dana perlindungan sosial memang menyasar 40 persen kalangan masyarakat terbawah, yaitu mereka yang terdaftar menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari sejumlah program bantuan sosial (bansos) pemerintah.

Perlindungan sosial itu mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bansos Sembako Jabodetabek dan non-Jabodetabek, Bansos Tunai, dan lainnya. Selain itu, juga menyasar para pekerja terdampak dan tenaga pendidik.

"Dana ini bertujuan memberikan dukungan daya beli untuk menekan laju peningkatan kemiskinan serta mendorong konsumsi masyarakat," tuturnya.

Hasil ini juga terlihat dari realisasi penyaluran dana perlindungan sosial di PEN yang sudah mencapai Rp217,16 triliun. Realisasinya mencapai 94,33 persen dari pagu Rp230,21 triliun.

Rinciannya, dana perlindungan sosial diberikan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) ke 10 juta KPM, bantuan beras ke 10 juta KPM, Bantuan Sembako Jabodetabek ke 1,9 juta KPM, dan Bantuan Sembako Non-Jabodetabek 9,2 juta KPM.

Lalu, diberikan berupa Bantuan Subsidi Upah ke 12,4 juta pekerja dan 1,5 juta guru honorer, Kartu Sembako ke 19,4 juta KPM, Bantuan Tunai Sembako Non-PKH 9 juta KPM, Kartu Prakerja ke 5,6 juta peserta, 31,6 juta pelanggan rumah tangga serta UMKM yang mendapat diskon dan gratis listrik, dan BLT Dana Desa ke 8 juta penerima. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK