Sri Mulyani Akan Berikan 50 Persen DBH Cukai Rokok ke Petani

CNN Indonesia | Selasa, 22/12/2020 09:46 WIB
Menkeu Sri Mulyani menyatakan akan memberikan 50 persen dana bagi hasil (DBH) cukai hasil tembakau ke petani tembakau dan buruh pabrik rokok. Sri Mulyani akan memberikan 50 persen dana bagi hasil cukai rokok kepada petani tembakau dan buruh pabrik rokok. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memberikan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) alias cukai rokok sebanyak 50 persen untuk kesejahteraan petani tembakau hingga buruh pabrik rokok.

"Tujuannya adalah agar mereka bisa menikmati kesejahteraan yang lebih dari hasil cukai hasil tembakau ini," ungkap Ani, sapaan akrabnya, saat konferensi pers virtual APBN KiTA edisi Desember 2020, Senin (21/12).

Rencananya, kebijakan ini akan diterapkan pada tahun depan sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 12,5 persen pada tahun depan. Sementara alokasi DBH CHT mencapai Rp3,47 triliun pada tahun depan.


Alokasi itu akan dibagi ke 28 provinsi. Artinya, sekitar Rp1,73 triliun akan dirasakan oleh petani tembakau dan buruh pabrik rokok.

Sisanya, sekitar 25 persen dari total DBH CHT akan dialokasikan untuk sektor kesehatan. Misalnya, sebagian akan disalurkan sebagai bantuan untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Tujuannya, untuk menangani dampak yang muncul di sisi kesehatan dari peredaran rokok. Selain itu, juga untuk menurunkan prevalansi merokok di kalangan anak dan stunting.

"Penggunaan dana bagi hasil cukai 25 persen masih untuk bidang kesehatan, terutama untuk membantu masyarakat yang tidak bisa mengiur JKN," tuturnya.

Sedangkan 25 persen lainnya akan diberikan untuk penegakan hukum (law enforcement). Penegakan hukum ini terkait peredaran rokok ilegal di masyarakat.

[Gambas:Video CNN]



(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK