Penerbangan Lesu, American Airlines Mulai Dagang Anggur

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 11:26 WIB
American Airlines menjual minuman botolan anggur (wine), seiring dengan kelebihan stok di tengah sepinya penerbangan di era pandemi covid-19. American Airlines menjual minuman botolan anggur (wine), seiring dengan kelebihan stok di tengah sepinya penerbangan di era pandemi covid-19. (AFP/David McNew/Getty Images).
Jakarta, CNN Indonesia --

Mayoritas maskapai penerbangan masih beroperasi dengan okupansi minim di tengah pandemi covid-19 dan harus memutar otak mencari pendapatan baru. Tidak terkecuali, American Airlines, maskapai AS yang memutuskan menjual minuman botolan anggur (wine).

Selain untuk menutupi biaya operasi, penjualan anggur langsung ke masyarakat diharapkan bisa mengurangi kelebihan stok maskapai. Pasalnya, sejak pandemi menyerang maskapai dilarang berjualan anggur dalam penerbangan.

Perusahaan mengatakan bahwa program baru, yaitu American Airlines Flagship Cellars akan memberi pelanggan kesempatan untuk membeli anggur per botol.


Perusahaan juga memberikan deal khusus melalui paket langganan bulanan dengan biaya US$99 per bulan atau setara Rp1,38 juta (kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Harga penawaran anggur American Airlines berkisar dari US$13 hingga US$40 atau setara Rp182 ribu-Rp560 ribu dan penawaran paling mahal adalah US$300 atau Rp4,2 juta untuk tiga botol sampanye.

Untuk berlangganan bulanan, pelanggan bisa mendapatkan anggur di harga diskon, mendapatkan kiriman set 3 botol anggur setiap bulan, dan juga mengumpulkan dua poin AAdvantage Miles untuk setiap dolar yang dibayarkan.

Botol anggur yang dijual ini termasuk di antara yang disajikan kepada pelanggan dengan tiket "Flagship" American Airlines, pilihan tempat duduk mewah pada penerbangan internasional lintas benua.

Pandemi virus corona telah menghantam industri pariwisata dan turunannya, termasuk penerbangan. Kondisi ini mengakibatkan puluhan pesawat dilarang terbang dan perjalanan internasional berkurang drastis.

American Airlines merupakan salah satu dari beberapa maskapai penerbangan yang juga menangguhkan penjualan alkohol dalam penerbangan untuk meminimalkan jumlah waktu pramugari berinteraksi dengan pelanggan di era covid-19.

Perusahaan asal AS ini membukukan kerugian bersih US$3,6 miliar atau Rp50,4 triliun dalam laporan pendapatan terbarunya dan penjualan anggur diperkirakan tidak akan banyak mengurangi kerugian perseroan.

Perusahaan berharap program ini akan menghasilkan penjualan sekitar US$40 ribu-US$ 50 ribu selama tiga bulan pertama tahun ini, seperti dilansir CNN Business, Jumat (22/1).

"Meskipun pendapatan penting, Flagship Cellars lebih merupakan cara untuk berinteraksi dengan pelanggan, bahkan saat mereka tidak bepergian dengan kami," kata Chief Customer Officer American Airlines Alison Taylor.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK