Biden Diramal Tak Longgarkan Perang Dagang dengan China

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 16:45 WIB
Sejumlah analis memperkirakan Presiden AS Joe Biden tak akan buru-buru menyelesaikan perang dagang dengan China. Sejumlah analis memperkirakan Presiden AS Joe Biden tak akan buru-buru menyelesaikan perang dagang dengan China.(Istockphoto/Dilok Klaisataporn).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah analis memperkirakan Presiden AS Joe Biden tak akan buru-buru menyelesaikan perang dagang dengan China. Bahkan, Biden diperkirakan tidak akan melonggarkan kebijakan untuk China.

Ahli Strategi Global di JP Morgan Aset Manajemen Sylvia Sheng menilai Biden mungkin lebih mudah diprediksi dan diplomatik ketimbang Donald Trump dalam menghadapi China. Namun, hal ini tidak serta merta membuat AS akan melonggarkan kebijakan.

"Sulit untuk melihat pembalikan AS dari tren hawkish baru-baru ini di dalam kebijakan China, mengingat pandangan yang semakin negatif tentang China dari AS," ungkap Sheng seperti dikutip dari CNN Business, Jumat (22/1).


Pakar perdagangan CSIS William Reinsch menilai Biden mungkin akan lebih menggunakan pendekatan multilateral dalam menghadapi China.

"Ia ingin mendekati China melalui koalisi negara demokrasi lain, dan itu akan membutuhkan waktu untuk membangunnya. Hubungan dengan China terlalu penting untuk diabaikan, tapi saya tidak melihat dia terburu-buru melakukan apa pun," tutur Reinsch.

Analis lain, Jefferies memandang Biden perlu lebih dulu menyelesaikan masalah-masalah perdagangan dari sisi domestik sebelum menghadapi China. Menurutnya, hal ini akan memakan waktu, namun minim risiko ke pasar keuangan.

"Kami mengharapkan Biden untuk fokus pada masalah domestik, meskipun calon anggota kabinet Biden telah berbicara keras tentang China, kami yakin strateginya akan lebih konsensual dan tidak terlalu mengganggu pasar keuangan, " jelasnya.

Eurasia Group, perusahaan konsultan melihat ketegangan antara AS-China masih mungkin berlanjut di era Biden dan bisa menjadi risiko terbesar pada 2021. Bila ini terjadi, Biden mungkin akan lebih erat merangkul sekutunya, seperti Uni Eropa, Jepang, dan India untuk menekan China. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK