Pedagang Sepakat Jual Daging Sapi di Bawah Rp120 Ribu per Kg

age, CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 15:31 WIB
APDI dan Gapuspindo sepakat menetapkan harga daging sapi dari hulu sebesar Rp94 ribu per Kg. Sehingga, pedagang ritel bisa menjual di bawah Rp120 ribu per Kg. APDI dan Gapuspindo sepakat menetapkan harga daging sapi dari hulu sebesar Rp94 ribu per Kg. Sehingga, pedagang ritel bisa menjual di bawah Rp120 ribu per Kg. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) dan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) sepakat menetapkan harga daging sapi dari hulu sebesar Rp94 ribu per Kg. Sehingga, pedagang ritel bisa menjual daging sapi di bawah harga Rp120 ribu.

Hal tersebut diungkap oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra usai memfasilitasi pertemuan kedua asosiasi.

"Ini sebagai langkah jangka pendek. Kami juga sudah tentukan langkah jangka menengah dan jangka panjang, terutama melalui kebijakan impor di luar Australia yang terus menaikkan harga sapi," jelas Syailendra dalam keterangan resmi, Jumat (22/1).


Ketua APDI Asnawi pun menyambut positif jalan tengah yang telah disepakati bersama Gapuspindo. Bahkan, kata Asnawi, sejak terjadinya kesepakatan itu, APDI telah meminta seluruh pedagang daging untuk kembali melanjutkan kegiatannya dan menghentikan aksi mogok.

"Sekarang, para pedagang sudah bisa menjual daging dengan harga terendah Rp105.000 per kilo gram dari sebelumnya yang bisa di atas Rp120.000 per kilo gram," jelas Asnawi.

Sementara itu, Ketua Dewan Gapuspindo Didiek Purwanto menjelaskan pihaknya memang telah menaikkan harga daging seiring dengan naiknya harga sapi impor dari Australia.

Didiek memaparkan sejak harga sapi impor hidup Australia menyentuh level terendah US$2,5 per kilo gram, terjadi peningkatan harga hingga US$3,8 per kilo gram atau setara Rp55.460 per kilo gram pada akhir Desember 2020.

"Sehingga, sebagian anggota kami sudah tidak bisa lagi melakukan impor dari Australi, dan membuat adanya lonjakan harga setelah pada 2019-2020 tidak ada lonjakan harga. Kami pun berharap, ke depannya ada alternatif negara yang bisa impor sapi di tengah kondisi impor dari Australia," papar Didiek.

Di sisi lain, perwakilan Bulog dan Berdikari menyatakan kesiapannya untuk memenuhi stok kebutuhan daging sapi menjelang hari raya Idul Fitri mendatang. Dengan catatan, proses perizinan impor dari negara di luar Australia bisa dipercepat.

[Gambas:Video CNN]



(age/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK