Erick Soal SWF: Cara Negara Percepat Investasi Tanpa Utang

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 20:39 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan pembentukan SWF merupakan cara negara untuk mendapatkan tambahan modal demi meningkatkan investasi. Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan pembentukan SWF merupakan cara negara untuk mendapatkan tambahan modal demi meningkatkan investasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan pemerintah sengaja membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) demi menggenjot investasi di Indonesia tanpa utang.

Dengan SWF, kata Erick, Indonesia berpotensi mendapatkan tambahan modal melalui skema kemitraan dengan investor.

"Agenda pemerintah terkait SWF, ini kami ingin mempercepat investasi yang ada di Indonesia tapi tidak dengan utang, dicari tambahan modal dengan ber-partner," ucap Erick dalam Munas V Masyarakat Ekonomi Syariah 2021, Jumat (22/1).


Ia menyatakan SWF yang dibentuk oleh Indonesia akan berbeda dengan SWF milik negara tetangga, salah satunya Malaysia. Erick berjanji SWF yang sedang digodok pemerintah tak seperti 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Kami harapkan SWF yang berbeda dengan SWF tetangga, di mana ada kasus-kasus dikit 1MDB dan lain-lain," kata Erick.

SWF Indonesia, sambung dia, akan fokus pada aset nasional. Nantinya, jika ada investasi yang masuk lewat SWF di aset-aset nasional, maka dampaknya harus dirasakan juga ke pengusaha dan daerah sekitar.

"Jadi ini bagaimana menciptakan investasi yang bersahabat," jelas Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi menyatakan ada investor yang sudah bertanya mengenai pola SWF jika hendak menanamkan dana di BSI. Namun, ia tak menjelaskan hal itu lebih detail.

"Mana tahu lewat SWF ada investor global yang ingin memiliki saham atau ingin punya kepemilikan di BSI. Why not, mana tahu, tidak sekarang tapi sudah ada yang bertanya-tanya karena melihat pola di BSI beda," kata Hery.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani menyetujui tiga nama Anggota Dewan Pengawas (Dewas) SWF yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka adalah Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Makes, dan Haryanto Sahari.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai informasi, SWF merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan amanat UU Cipta Kerja. Tujuan pembentukan lembaga ini adalah untuk meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara secara jangka panjang untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sesuai UU Cipta Kerja, Dewas SWF terdiri dari Menteri Keuangan sebagai Ketua dengan anggotanya adalah Menteri BUMN, serta tiga orang dari unsur profesional dan independen.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK