Kemenkeu: SWF Bukan Utang, Tapi Equity

CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 12:40 WIB
Wamenkeu Suahasil Nazara menegaskan SWF atau dana abadi di bawah LPI bukan untuk utang, melainkan ekuitas dari luar negeri ke dalam negeri. Wamenkeu Suahasil Nazara menegaskan SWF atau dana abadi di bawah LPI bukan untuk utang, melainkan ekuitas dari luar negeri ke dalam negeri. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) bukan dibentuk untuk menumpuk utang. Dana yang masuk ke lembaga tersebut akan dikelola dalam bentuk ekuitas.

"Logika SWF Indonesia adalah kita ingin mengundang foreign direct investment atau foreign fund saya sebutnya. Dana luar negeri masuk ke Indonesia bukan sebagai utang, namun sebagai equity," ujarnya dalam BRI Group Economic Forum 2021, Kamis (28/1).

Suahasil mengatakan pengelolaan dana di LPI penting untuk pengembangan pembiayaan Indonesia ke depan. Karena itu, dalam LPI, pemerintah harus mengkategorikan dana asing yang masuk sebagai utang dan ekuitas jangka panjang.


"Sekarang yang dipikirkan bagaimana nanti SWF akan mendesain project mana yang dikerja samakan dan project mana yang kemudian bisa betul-betul menjadi game changer dari pendanaan pembangunan jangka panjang," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim pemerintah telah menemui 50 investor global untuk menjaring investasi yang bisa dikelola LPI.

Bahkan, pemerintah telah mengantongi letter of interest dari beberapa negara untuk mendatangkan investasi dana abadi.

"Kami sudah mendapatkan letter of interest dari US DFC, JBIC dan juga ADIA dari United Arab Emirates," ucapnya dalam Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, beberapa waktu lalu.

Airlangga menjelaskan dalam tahap komersial, nantinya LPI akan memiliki dua jenis pendanaan, yakni master fund dan thematic fund.

Letter of interest dari International Development Finance Corporation (DFC) sebesar US$2miliar, MoM dari JBIC dengan potensi pendanaan di atas US$4miliar, masuk dalam jenis master fund.

Sementara, yang masuk dalam thematic fund, seperti letter of interest informal komitmen sebesar lebih dari US$2miliar dari CDPQ Kanada untuk pembangunan jalan tol.

Kemudian, letter of interest dari APG Belanda sebesar US$1,5miliar dan Macquarie dengan potensi kontribusi US$300juta.

"Jadi konsepnya adalah dua jenis fund, yaitu master fund dan thematic fund yang sektornya dibagi sesuai dengan bidang," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK