Perusahaan Hungaria Menang Lelang Proyek Bayar Tol Nirsentuh

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 16:36 WIB
BPJT berharap sistem transaksi nontunai nirsentuh di jalan tol berjalan mulai 2022, usai ditetapkannya Roatex Ltd Hongaria sebagai pemenang lelang. BPJT berharap sistem transaksi nontunai nirsentuh di jalan tol berjalan mulai 2022, usai ditetapkannya Roatex Ltd Hongaria sebagai pemenang lelang. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR berharap implementasi sistem transaksi nontunai nirsentuh di tol dapat berjalan secara bertahap mulai 2022 nanti, menyusul penetapan Roatex Ltd Hongaria sebagai pemenang lelang.

"Target Pelaksanaan Konstruksi MLFF (multilane free flow) dimulai pada 2021. Lalu, untuk implementasinya secara bertahap akan dimulai pada 2022," ujar Kepala BPJT Danang Parikesit, mengutip Antara, Kamis (28/1).

Menurut Danang, penerapan sistem MLFF akan mengacu pada lingkup wilayah dan tidak dilakukan per ruas tol.


"Dengan dilaksanakannya sistem transaksi MLFF ini, diharapkan bisa memperlancar dan mempercepat arus kendaraan dalam melakukan pembayaran. Sehingga, tidak ada penumpukan di gerbang tol," imbuh dia.

Kementerian PUPR menetapkan Roatex Ltd Hongaria sebagai pemenang lelang sistem transaksi tol nontunai nirsentuh. Perusahaan sebelumnya mendapat kepercayaan sebagai badan usaha pemrakarsa pada Februari 2019 lalu.

Perusahaan diminta untuk mempersiapkan feasibility study bersama Hungarian Toll Services Company (NUZs) dan telah diserahkan kepada Kementerian PUPR sebagai basis pelaksanaan proyek.

Chief Representative Roatex Musfihin Dahlan menuturkan sebagai badan usaha pelaksana kerja sama dengan pemerintah untuk sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis MLFF, pihaknya sedang mempersiapkan rencana kerja pelaksanaan proyek.

Musfihin merinci tahun pertama sejak ditandatangani perjanjian kerja sama dengan pemerintah merupakan masa pelaksanaan konstruksi dari masa 10 tahun konsesi kerja sama.

"Diharapkan, awal 2022, sebagian besar ruas jalan tol, terutama di Jawa dan Bali sudah dapat menerapkan MLFF," terang dia.

Adapun, teknologi yang akan diterapkan berbasis global navigation satelite system (GNSS) yang diklaim sebagai teknologi mutakhir pada sistem pembayaran nontunai nirsentuh.

Teknologi ini disebut terbuka bagi pengembangan untuk pelayanan jalan berbayar lainnya, seperti ERP (electronic road payment), trafik manajemen berbasis data induk (big data), dynamic pricing, parking, dan sesuai perkembangan kebutuhan.

Solusi ini, kata Musfihin, sukses diterapkan di Hungaria selama lebih dari tujuh tahun terakhir yang dikelola oleh NUZs. Di negara asalnya, solusi ini memudahkan pengguna jalan karena melalui jalan tol tanpa hambatan, meningkatkan efisiensi dan pendapatan tol, termasuk mengurangi tingkat kemacetan.

Nantinya, setiap kendaraan atau pengguna jalan tol akan diperkenalkan dengan perangkat e-Obu (aplikasi smartphone) atau Onboard Unit (OBU) atau tiket perjalanan bagi pengguna sekali jalan.

[Gambas:Video CNN]



(bir/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK