3 Produsen AC Korsel dan Jepang Minat Investasi di RI

CNN Indonesia | Rabu, 03/02/2021 19:56 WIB
Mendag Muhammad Lutfi mengungkapkan sebanyak 3 produsen pendingin ruangan alias air conditioner (AC) menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia. Mendag Muhammad Lutfi mengungkapkan 3 produsen pendingin ruangan alias air conditioner (AC) menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia.(Detikcom/Ardan Adhi Chandra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan sebanyak tiga produsen pendingin ruangan alias air conditioner (AC) menyampaikan minatnya untuk investasi di Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut merupakan pemain besar global, yakni Samsung dan LG asal Korea Selatan dan Daikin dari Jepang.

"AC itu tiga-tiganya sudah datang, 2 datang ke tempatnya BKPM, satu ke tempat saya, Daikin, LG, sama Samsung akan buka pabrik di sini," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Rabu (3/2).

Menurutnya, Indonesia harus mendorong investasi yang berorientasi industrialisasi. Dengan demikian, Indonesia bisa meningkatkan produk ekspor untuk mendorong perekonomian Indonesia.


Lutfi menuturkan komposisi PDB yang sehat adalah ketika kontribusi faktor ekspor dan impor di atas 50 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III 2020 lalu masih didominasi konsumsi rumah tangga yakni 57 persen.

Oleh sebab itu, ia menegaskan tidak semua impor itu buruk, asalkan impor tersebut berkualitas sebagai bahan baku industrialisasi.

"Jadi, orang datang buka pasar dulu, menjadi tujuan investasi dan investasi masuk industrialisasi, untuk penguatan ekspor," terangnya.

Sepanjang 2020 lalu, BKPM mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp826,3 triliun. Realisasi itu mencapai 101,1 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp817,2 triliun.

Realisasi investasi itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp413,5 triliun atau 50,1 persen dari total investasi. Realisasi PMDN naik 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp386,5 triliun.

Selanjutnya, PMA sebesar Rp412,8 triliun atau 49,9 persen dari total investasi. Realisasi PMA justru turun 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp423,1 persen.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK