Kemenhub Tunggu Laporan Lengkap Investigasi Sriwijaya Air

CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 19:05 WIB
Kemenhub masih menunggu laporan lengkap dari KNKT terkait jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 pada 9 Januari lalu, sebelum memutuskan sanksi. Kemenhub masih menunggu laporan lengkap dari KNKT terkait jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 pada 9 Januari lalu, sebelum memutuskan sanksi. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menunggu laporan lengkap investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terhadap jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2020 lalu.

Pemerintah belum memutuskan apakah akan memberikan sanksi atau tidak kepada maskapai setelah KNKT merilils preliminary report.

"Kami tunggu saja laporan lengkap dari investigasi KNKT karena ini masih preliminary report," ucap Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati kepada CNNIndonesia.com, Rabu (10/2).


Menurut Adita, Kemenhub fokus pada rekomendasi KNKT terkait penyempurnaan regulasi dan implementasi sesuai ICAO Annex terbaru. Hal itu terkait dengan pelatihan dan penentuan tahapan kondisi darurat pada pesawat udara.

Sebelumnya, Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Nurcahyo mengatakan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sempat mengalami dua kerusakan beberapa hari sebelum terbang dan jatuh pada awal Januari 2020 lalu. Lalu, kerusakan sempat diperbaiki sebelum pesawat dipakai terbang.

"Terkait dengan perawatan pesawat udara, investigasi menemukan ada dua kerusakan yang ditunda perbaikannya sejak 25 Desember 2020," ujar dia.

Dua kerusakan tersebut, yakni penunjuk kecepatan (airspeed indicator) di bagian bagian kanan, dan autothrottle atau tuas pengatur tenaga mesin. Hasil investigasi menyatakan kerusakan itu ditemukan masing-masing pada 25 Desember dan 3 Januari.

Nurcahyo mengatakan airspeed indicator itu sempat diperbaiki, tapi gagal. Perbaikan kembali dilakukan pada 4 Januari lalu dan berhasil normal.

Kerusakan itu kemudian dihapus dari daftar perbaikan kerusakan yang ditunda.

Lalu, kerusakan pada tuas penggerak mesin atau autothrottle ditemukan pada 3 Januari 2021, atau sepekan sebelum terbang dan jatuh. Menurut Nurcahyo, saat itu pilot melaporkan autothrottle sempat tidak berfungsi, kemudian kembali normal usai diperbaiki.

Selanjutnya, setelah 5 Januari 2021 hingga kecelakaan tak ditemukan catatan perbaikan yang ditunda di buku catatan perawatan.

Diketahui, pesawat jatuh hanya empat menit usai terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan membawa total 62 orang, dengan rincian 56 penumpang dan enam awak pesawat aktif. Sebanyak 56 penumpang ini terdiri dari 40 dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga balita.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK