Belanja Kementerian PUPR Melonjak 404 Persen pada Awal 2021

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 09:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan belanja kementerian sebesar Rp48 triliun pada Januari 2021. Pertumbuhan belanja terbesar terjadi di PUPR. Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp48 triliun pada Januari 2021. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp48 triliun pada Januari 2021. Realisasi itu naik 55,6 persen dari Januari 2020 sebesar Rp30,9 triliun.

Sri Mulyani menjabarkan realisasi itu terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp12,6 triliun, belanja barang sebesar Rp3,5 triliun, belanja modal Rp11,9 triliun, dan belanja bantuan sosial Rp20 triliun. Kenaikan belanja k/l secara keseluruhan didorong oleh penanganan covid-19.

"Realisasi belanja k/l Januari 2021 lebih tinggi Rp17,1 triliun dari 2020 utamanya didorong penanganan dampak covid-19," ucap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA, Selasa (23/2).


Jika dirinci, Kementerian PUPR menjadi kementerian yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam merealisasikan belanjanya, yakni naik naik 404 persen dari Rp1,8 triliun menjadi Rp9,3 triliun.

"Kementerian PUPR untuk menyelesaikan infrastruktur sumber daya air," imbuh Sri Mulyani.

Lalu, Kementerian Sosial yang anggaran belanjanya naik 91,2 persen menjadi Rp17,6 triliun. Hal ini karena kementerian itu mencairkan bantuan sosial (bansos), seperti program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, dan bantuan sosial (bansos) tunai.

Kemudian, realisasi belanja Polri naik 84 persen menjadi Rp5,6 triliun dan Kementerian Pertahanan naik 19 persen menjadi Rp3,4 triliun. Lalu, realisasi anggaran Kementerian Perhubungan naik 9,7 persen menjadi Rp1 triliun dan Kejaksaan RI naik 21,8 persen menjadi Rp200 miliar.

Secara keseluruhan, realisasi belanja negara pada Januari 2021 sebesar Rp145,8 triliun. Jumlahnya naik 4,2 persen dari Januari 2020 yang sebesar Rp139,9 triliun.

Sementara, penerimaan negara pada awal tahun ini sebesar Rp100,1 triliun. Dengan demikian, terdapat defisit anggaran yang sebesar Rp45,7 triliun atau 0,26 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK