Sri Mulyani Tarik Utang Indonesia Rp165,8 T per Januari 2021

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 07:33 WIB
Pemerintah menarik pembiayaan utang APBN sebesar Rp165,8 triliun hingga akhir Januari 2021. Realisasi itu melonjak 143 persen dari periode yang sama tahun lalu. Pemerintah menarik pembiayaan utang APBN sebesar Rp165,8 triliun hingga akhir Januari 2021. Realisasi itu melonjak 143 persen dari periode yang sama tahun lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah telah menarik utang sebesar Rp165,8 triliun hingga akhir Januari 2021. Utang melonjak 143 persen dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp68,2 triliun.

Bendahara Negara mengatakan sumber dari pembiayaan berasal dari surat berharga negara (SBN) bersih senilai Rp169 triliun atau naik 135,7 persen dari Januari 2020 yang sebesar Rp72 triliun. Lalu, pinjaman neto minus Rp3,9 triliun.

"Sampai dengan hari ini posisinya di mana pembiayaan mencapai Rp165 triliun karena defisit naik dibandingkan 2020," katanya pada Konferensi Pers APBN KITA, dikutip Rabu (24/2).


Kemudian, untuk pembiayaan investasi, pemberian pinjaman, kewajiban penjaminan, dan pembiayaan lainnya belum ada realisasi pada Januari 2021.

Ani, akrab sapaannya memastikan pencairan utang untuk investasi bakal dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

"Pencarian penyertaan modal negara dilakukan secara terencana, terukur, dan hati-hati dikaitkan dengan output dan outcome nya," tambah dia.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai informasi, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp1.006 triliun untuk pembiayaan anggaran tahun ini. Jumlah itu terdiri dari pembiayaan utang sebesar Rp1.177 triliun, pembiayaan investasi minus Rp184,5 triliun, pemberian pinjaman Rp400 miliar, kewajiban penjaminan minus Rp2,7 triliun, dan pembiayaan lainnya Rp15,8 triliun.

"Penyesuaian pembiayaan anggaran antara lain yaitu penggunaan silpa, pembiayaan lunak, tambahan pembiayaan investasi, dan tambahan kewajiban penjaminan," jelas mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini.

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK