2 Juta Vaksin Mandiri dari Sinopharm Mendarat Bulan Depan

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 14:28 WIB
Menko Luhut B Panjaitan memastikan 2 juta vaksin corona racikan Sinopharm mendarat di RI pada Maret. Vaksin ini ditujukan untuk program vaksinasi mandiri. Menko Luhut B Panjaitan memastikan 2 juta vaksin corona racikan Sinopharm mendarat di RI pada Maret. Vaksin ini ditujukan untuk program vaksinasi mandiri. Ilustrasi. (AP/Darko Vojinovic).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut program vaksinasi mandiri akan menggunakan vaksin corona racikan Sinopharm, perusahaan farmasi China. Untuk kloter perdana, vaksin akan mendarat bulan depan.

"Ketika bertemu Menlu China dan Dewan Keamanan Wang Yi, saya sampaikan kami sudah engage (mengajak) Sinopharm. Karena nggak masuk (program vaksinasi nasional), jadi kami alokasikan untuk mandiri," ujarnya dalam acara CNBC Economic Outlook 2021, Kamis (25/2).

Mulanya, ia bercerita, vaksin akan dikirim melalui tiga kloter. Pertama, 500 ribu dosis. Kedua, 5 juta dosis, dan ketiga, 15 juta dosis.


Ia mengaku telah melobi China agar dosis yang diberikan mencapai 30 juta. Namun, Wang Yi tidak bisa menjanjikan jumlah yang diminta Luhut.

Wang Yi, sambung Luhut, hanya berjanji akan mengupayakan dosis lebih. "Kalau ini dapat, baru dari Sinopharm masuk Maret ini. 2 juta masuk. Tapi, kami coba 3 juta," terang dia.

Nantinya, perusahaan yang menggelar vaksin mandiri bisa langsung melakukan program secara bertahap kepada karyawannya. Ditargetkan, vaksin mandiri dilakukan kepada 15 juta-20 juta karyawan hingga Juli 2021 mendatang.

"Selain Sinopharm, kami juga engage dengan Novavax kalau saya nggak keliru, Johnson & Johnson. Saya pikir kita nggak ada masalah, hanya soal prioritas," imbuhnya.

Menurut Luhut, beberapa daerah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Jawa Timur, dan Bali, akan menjadi prioritas yang akan disasar dalam program vaksinasi.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan ada 6.644 perusahaan yang mendaftarkan dalam program vaksinasi mandiri ke Kadin.

"Sudah ada 6.644 perusahaan yang daftar di Kadin. Kurang lebih butuh kebutuhan vaksin 7,5 juta dosis," tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Diketahui, pemerintah membuka opsi vaksinasi mandiri dilakukan oleh perusahaan. Dengan syarat, vaksinasi tidak untuk tujuan komersial dan hanya untuk pegawai serta keluarga pegawai.

Pemerintah menegaskan merek vaksin yang digunakan untuk vaksinasi mandiri di luar vaksin yang digunakan untuk program vaksinasi nasional.

Adapun 7 merek vaksin yang digunakan untuk vaksinasi gratis, yakni Pfizer, Moderna, Novavax, AstraZeneca, dan vaksin produksi Biofarma.

[Gambas:Video CNN]



(fey/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK