Pertamina Perlu Rp44,8 T Untuk Kembangkan Kendaraan Listrik

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 16:42 WIB
Pertamina membutuhkan belanja modal sebesar US$3,2 miliar atau Rp44,8 triliun untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Pertamina membutuhkan belanja modal sebesar US$3,2 miliar atau Rp44,8 triliun untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) membutuhkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$3,2 miliar atau Rp44,8 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS) untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/ev) battery. Proyek itu ditargetkan mendapatkan pendanaan dari Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF).

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini memaparkan target produksi (on stream) ekosistem ev battery itu terjadi pada 2022-2029 mendatang. Namun, ia tak menjelaskan rinci terkait pengembangan proyek tersebut.

Dalam dokumen yang dipaparkan Emma, ekosistem EV battery ini masuk dalam proyek strategis Pertamina. Selain EV battery, ada tiga proyek lainnya, yaitu olefin TPPI, infrastruktur BBM dan elpiji, serta transmisi dan distribusi gas.


Sementara, Emma menjelaskan terdapat 14 proyek Pertamina yang masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN). Proyek itu terdiri dari hulu, kilang petrokimia, komersial dan perdagangan, serta energi bersih terbarukan.

"14 proyek bisa sangat berpotensi sekali untuk underlying proyek-proyek yang didanai oleh SWF atau perbankan atau private equity," ucap Emma dalam Webinar: Prospek BUMN 2021 Sebagai Lokomotif PEN dan SWF, Kamis (4/3).

Beberapa proyek yang masuk dalam PSN tersebut, seperti Jambaran Tiung Biru senilai US$1,5 miliar, pembangunan jaringan gas kota senilai Rp3,8 triliun dari APBN dan Rp29,2 triliun dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta tangki BBM Indonesia Timur Rp205 miliar.

Secara keseluruhan, Emma menyebut total belanja modal (capital expenditure/capex) Pertamina hingga 2024 mencapai US$92 miliar. Jika dikonversi ke rupiah, maka total belanja modal Pertamina mencapai Rp1.288 miliar.

"Ini tentu kalau melakukan sendiri kami over stress jadi kami mengharapkan dari sisi capital financing apakah itu dari bank, dari multilateral, kemudian SWF, dan sumber lain. Kami sangat terbuka," jelas Emma.

Ia menargetkan 38 persen dari total kebutuhan dana US$92 miliar akan dipenuhi dari internal. Kemudian, sisanya akan berasal dari sumber lain, seperti pinjaman perbankan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury menambahkan Pertamina akan berinvestasi sebesar US$10 miliar tahun ini. Artinya, dana yang akan digelontorkan Pertamina setara dengan Rp140 triliun.

"Diharapkan tahun ini akan investasi total US$10 miliar. Diharapkan jump start kegiatan ekonomi," pungkas Pahala.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK