Klaim Menperin, Bebas Pajak Kerek Permintaan Mobil 50 Persen

CNN Indonesia | Kamis, 11/03/2021 15:41 WIB
Kemenperin mengungkap kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mendongkrak pembelian kendaran lebih dari 50 persen. Kemenperin mengungkap kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mendongkrak pembelian kendaran lebih dari 50 persen. (CNNIndonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diterapkan sejak 1 Maret lalu berhasil mendongkrak permintaan (purchase order) lebih dari 50 persen.

Hal itu diketahui saat Agus melakukan pengecekan ke distributor dan pabrikan produk otomotif pada 4 Maret lalu.

"Kira-kira tiga hari setelah berlakunya relaksasi PPnBM, sekitar tanggal 4 Maret kami cek mereka melaporkan rata-rata peningkatan dari purchase order di atas 50 persen," terangnya pada press briefing dalam kunjungan kerja dengan Kedutaan Besar Jepang, Rabu (10/3).


Agus menyebut pada kesempatan itu ia juga meminta pelaku otomotif untuk memberikan dorongan lebih dengan menawarkan diskon tambahan untuk menyukseskan program.

Diharapkan program diskon tersebut dapat menjadi momentum pendongkrak konsumsi masyarakat yang tergerus akibat pandemi covid-19.

Ia menyebut otomotif merupakan salah satu sektor yang menerima pukulan berat dari pandemi. Tercatat, utilisasi atau pemanfaatan produksi mobil yang merosot 60 persen-70 persen.

Agus menyebut selama pandemi utilisasi mobil hanya tersisa 600 ribu-800 ribu unit per tahun, anjlok dari kapasitas tahunan sebanyak 2 juta unit.

Ia menyebut utilisasi saat ini merupakan yang terendah, bahkan lebih parah dibandingkan krisis pada 2008 silam.

"Utilisasinya sekarang pada titik 30-40 persen, jadi terendah dibandingkan dari 2008 sebelumnya," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK