BKPM Prioritaskan Investasi Sektor Kesehatan dan Otomotif

CNN Indonesia | Kamis, 04/02/2021 12:10 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memprioritaskan investasi pada sektor kesehatan dan industri otomotif demi menghemat devisa. BKPM memprioritaskan investasi pada dua sektor, yakni kesehatan dan industri otomotif demi menghemat devisa. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menuturkan memprioritaskan investasi pada dua sektor, yakni kesehatan dan industri otomotif. Tujuannya untuk mendorong produksi alat kesehatan dan obat-obatan serta pengembangan sektor otomotif dalam negeri.

"Izinnya kami urus sendiri, insentif kami kasih agar kita tidak impor banyak lagi untuk hemat devisa," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Rabu (3/2).

Ia menuturkan selama ini Indonesia masih mengimpor 90 persen alat kesehatan hingga obat-obatan. Ketergantungan pada impor ini membebani Indonesia utamanya pandemi covid-19. Oleh sebab itu, ia menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong peningkatan kapasitas produksi dalam negeri salah satunya melalui investasi.


"Di era pandemi tabir terbuka bahwa alat kesehatan dan obat-obatan 90 persen impor dan sengaja ini memang dimainkan dari awal, saya sedikit tahu cerita ini. Karena itu kami atas arahan Presiden dan Pak Menko untuk rumuskan langkah strategis terukur bagaimana bisa mendatangkan investasi di sektor kesehatan," terangnya.

Sementara itu, pada industri otomotif Indonesia mulai fokus pada mobil listrik. Bahkan, sejumlah perusahaan mobil listrik kelas dunia telah berminat untuk investasi pada pengolahan nikel untuk baterai mobil listrik. Misalnya, CATL, LG, Tesla, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu, Bahlil mengungkapkan Indonesia juga berhasil mendatangkan perusahaan relokasi dari China sebanyak 16 perusahaan. Sementara itu, 14 perusahaan lainnya masih tahap negosiasinya dengan perkembangan sampai 70 persen-80 persen, sedangkan 122 perusahaan lainnya berpotensi investasi.

"Ini bukan perusahaan yang nanti baru akan tapi 16 perusahaan ini sudah melakukan groundbreaking, hampir semuanya dan sekarang 1 perusahaan di Subang yang sudah produksi," jelasnya.

Sepanjang 2020 lalu, BKPM mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp826,3 triliun. Realisasi itu mencapai 101,1 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp817,2 triliun.

Investasi Belanda

Dalam kesempatan itu, Bahlil mengatakan peningkatan investasi berdasarkan asal negaranya yang paling signifikan adalah Belanda. Negeri Kincir itu berhasil menduduki posisi keenam investasi terbesar di Indonesia dari sebelumnya tidak masuk peringkat 10 besar.

Menurutnya, kenaikan investasi dari Belanda ini tidak lepas dari pengaruh keluarnya Inggris dari Uni Eropa (British Exit/Brexit).

"Kami sempat pikir kenapa Belanda jadi nomor 6, ternyata setelah Inggris keluar dari Uni Eropa, Brexit, Belanda sekarang menjadi hub. Jadi, banyak kantor perwakilan mereka dibangun di Belanda, dan insya Allah tahun ini kami rencana buka kantor perwakilan di Belanda," terangnya.

Selain itu, Bahlil mengungkapkan porsi investasi kini mulai merata antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Harapannya, ini bisa mendorong pemerataan ekonomi di Indonesia.

"Tujuan PMA (Penanaman Modal Asing) ada 2 provinsi yang tertinggal selama ini, tapi sekarang jadi tujuan PMA yaitu Maluku Utara dan Sulawesi. Dan kami punya keyakinan ke depan tujuan para investor yang akan bangun khususnya pertambangan itu akan di luar Jawa," ujarnya.

Realisasi investasi itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp413,5 triliun atau 50,1 persen dari total investasi. Realisasi PMDN naik 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp386,5 triliun.

Selanjutnya, PMA sebesar Rp412,8 triliun atau 49,9 persen dari total investasi. Realisasi PMA justru turun 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp423,1 persen.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK