BSI Teken Nota Kesepahaman dengan MUI dan PBNU

Christine Novita Nababan | CNN Indonesia
Senin, 05 Apr 2021 07:22 WIB
BSI menandatangani MoU dengan MUI dan PBNU untuk mendukung perekonomian umat melalui produk dan jasa perbankan syariah. BSI menandatangani MoU dengan MUI dan PBNU untuk mendukung perekonomian umat melalui produk dan jasa perbankan syariah. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Syariah Indonesia (BSI) menandatangani nota kesepahaman dengan MUI dan PBNU untuk mendukung perekonomian umat melalui pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah.

Kesepakatan BSI dengan MUI dimaksudkan untuk mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) naik kelas melalui layanan keuangan syariah, baik pembiayaan maupun pendanaan, yang disertai layanan digital sesuai prinsip syariah.

"Hal ini merupakan wujud nyata strategi BSI untuk tumbuh menjadi bank syariah yang inklusif dan modern," ungkap Direktur Retail Banking BSI Kokok Alun Akbar melalui keterangan resmi, dikutip Senin (5/4).


Dukungan BSI terhadap UMKM juga ditunjukkan melalui penyediaan pusat pelatihan dan pendampingan UMKM, penyelenggaraan pelatihan pemasaran produk UMKM, dan sentra-sentra UMKM di daerah.

Kokok berharap dengan UMKM naik kelas, maka aktivitas UMKM di dalam negeri bisa menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Informasi saja, penyaluran pembiayaan BSI terhadap sektor UMKM mencapai Rp35,3 triliun sampai Februari 2021.

Sektor UMKM, lanjut Kokok, menjadi salah satu fokus BSI dalam mengembangkan ekosistem halal bagi umat. Strategi yang dilakukan, dalam hal ini, adalah menumbuhkan sektor UMKM berbasis ekosistem/komunitas dan value chain yang terintegrasi.

Sementara itu, dalam kesepakatan dengan PBNU, BSI menyediakan produk dan jasa perbankan syariah di Kampus STMIK AMIK Bandung. Tujuannya, memberi pelayanan kebutuhan transaksi keuangan sesuai prinsip syariah bagi pengurus dan anggota PBNU.

"Perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan kinerja stabil. Namun, tingkat literasi dan inklusi perbankan syariah masih rendah. Diharapkan, kesepakatan antara BSI dengan PBNU dapat membangun kedaulatan ekonomi bangsa berbasis industri halal," tutur Wakil Direktur Utama 2 BSI Abdullah Firman Wibowo.

BSI, sambung Abdullah, juga berjanji mengembangkan industri halal dengan melayani seluruh segmen UMKM, ritel, dan wholesale.

Hal itu ditunjukkan melalui beberapa inisiatif di antaranya melaksanakan ekosistem islami dan mendorong inovasi produk wholesale dengan mengoptimalkan akad khas syariah.

Secara keseluruhan, hingga Februari 2021, BSI mencatat perolehan dana pihak ketiga sebesar Rp206 triliun, dengan total pembiayaan yang disalurkan Rp156 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(bir/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER