Harga Minyak Anjlok di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19 India

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 08:20 WIB
Harga minyak mentah dunia merosot pada perdagangan Selasa (20/4), waktu Amerika Serikat (AS), karena lonjakan kasus covid-19 di India mengancam permintaan. Harga minyak mentah dunia merosot pada perdagangan Selasa (20/4), waktu Amerika Serikat (AS), karena lonjakan kasus covid-19 di India mengancam permintaan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah berjangka merosot pada akhir perdagangan Selasa (20/4), waktu Amerika Serikat (AS). Penurunan terjadi karena lonjakan kasus covid-19 di India, importir minyak terbesar ketiga dunia.

Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun 48 sen atau 0,7 persen ke US$66,57 per barel, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 18 Maret, US$68,08.

Penurunan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei sebesar 94 sen atau 1,5 persen ke US$62,44 per barel.


Harga minyak mentah sempat reli di awal sesi, setelah Libya mengumumkanforce majeurepada ekspor dari Pelabuhan Hariga dan mengatakan pihaknya dapat memperluas tindakan tersebut ke fasilitas-fasilitas lain, dengan alasan sengketa anggaran.

Hariga dijadwalkan memuat sekitar 180 ribu barel per hari (bph) pada April. Sebagai catatan, tahun lalu, produksi minyak Libya sempat terpukul tahun lalu setelah pasukan yang berbasis di timur dalam perang saudara negara itu memblokade terminal minyak.

Sementara itu, India tengah terpukul oleh covid-19 dengan melaporkan jumlah kematian harian terburuk kemarin. Saat ini, penguncian wilayah (lockdown) tengah diberlakukan di sebagian besar wilayah India di tengah gelombang penularan kedua.

Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak warga untuk mengambil tindakan pencegahan guna menghentikan penyebaran virus corona, tetapi tidak memberlakukan penguncian.

[Gambas:Video CNN]

"Kecuali kemajuan besar terlihat di luar negara industri utama seperti AS, faktor pandemi membuat ekspektasi permintaan minyak global memerlukan beberapa penyesuaian turun tahun ini," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.

Secara keseluruhan, harga minyak telah pulih dari posisi terendah bersejarah tahun lalu akibat pandemi, dibantu oleh beberapa pemulihan permintaan dan pengurangan produksi besar-besaran oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+. Setahun yang lalu hari ini, WTI merosot ke minus 40 dolar AS karena kelebihan pasokan.

(Antara/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK