Netizen Mengeluh Skor Kredit Macet Karena Paylater Traveloka

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 13:45 WIB
Netizen mengeluh tidak menggunakan layanan Paylater Traveloka, namun datanya terekam menunggak atau macet di online travel agent tersebut. Netizen mengeluh tidak menggunakan layanan Paylater Traveloka, namun datanya terekam menunggak atau macet di online travel agent tersebut. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pengguna Twitter mengeluh kualitas kredit-nya menjadi buruk akibat PayLater Traveloka. Padahal, ia mengaku tidak pernah menggunakan produk pembiayaan dari online travel agent tersebut.

Informasi itu disampaikan oleh salah satu pengguna Twitter dengan nama akun @ridu. Kejadian bermula ketika ia akan mengajukan pendaftaran kartu kredit ke bank. Sayangnya, pengajuan kartu kreditnya ditolak karena kualitas kredit yang bersangkutan masuk kategori KOL 5.

Untuk diketahui, kategori KOL 5 atau kolektibilitas 5 adalah kategori paling buruk, yaitu macet. Debitur dalam kategori ini menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga lebih dari 180 hari.


Ia pun mengaku kaget, lantaran selama ini tidak pernah ada tunggakan cicilan kredit yang melebihi jatuh tempo.

"Kaget dong, gue selama ini segala macam tagihan nggak ada yang lewat jatuh tempo, kok ini malah kredit macet?," tulisnya lewat Twitter, dikutip Rabu (21/4).

Selanjutnya, ia berinisiatif untuk mengecek tunggakan kreditnya melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hasilnya, ia tercatat memiliki tiga jenis kredit yang masuk kategori KOL 5 dengan jumlah tunggakan yang bervariasi mulai dari Rp400 ribu, Rp1 juta, dan Rp3 juta.

Hal yang lebih mengejutkan adalah semua tunggakan kredit itu berasal dari PT Caturnusa Sejahtera Finance. Perusahaan adalah mitra untuk layanan PayLater Traveloka.

Padahal, ia mengaku tidak pernah menggunakan layanan PayLater Traveloka. Bahkan, ia tidak memiliki akun PayLater Traveloka.

"Padahal, gue nggak punya akun PayLater sama sekali. Tapi di situ tercatat gue ada 3 kredit semuanya pada tanggal 5 Mei 2019," jelasnya.

Ia pun segera melaporkan kejadian itu kepada pihak Traveloka, sembari melampirkan hasil SLIK. Pihak Traveloka pun menanggapi keluhan itu.

"Traveloka telah meminta maaf atas kejadian ini, dan transaksi Paylater dengan menggunakan KTP gue telah dihapuskan, sehingga tagihan tersebut enggak dibebankan lagi. Namun, untuk pembaruan data BI Checking dilakukan maksimal 30 hari," jelasnya.

Nantinya, Traveloka berjanji akan menerbitkan surat keterangan penghapusan tagihan, kurang lebih 10 hari kerja.

Dihubungi terpisah, Head of Corporate Communication Traveloka Reza Amirul Juniarshah mengatakan pihaknya langsung menjalankan investigasi internal dan segera menerbitkan surat keterangan penghapusan tagihan atas nama pengguna tersebut di PT Caturnusa Sejahtera Finance.

"Kami juga telah menghubungi pengguna untuk menawarkan solusi kami dan dapat diterima dengan baik oleh beliau," katanya.

Ia menyatakan perseroan secara konsisten meningkatkan prosedur maupun sistem keamanan yang diterapkan.

Khusus untuk layanan Traveloka PayLater, perusahaan telah menerapkan sistem Know Your Customer (KYC) berlapis untuk memastikan keamanan dan kecocokan data yang diajukan oleh pengguna.

Namun, ia enggan menjelaskan lebih rinci penyebab kejadian tersebut.

"Salah satu prosedur KYC yang kami terapkan yaitu memastikan bahwa pengguna mengunggah foto KTP dan foto diri, serta pengecekan langsung ke Dinas Dukcapil terkait. Kami akan terus menjaga dan memperketat prosedur dan sistem sehingga dapat menghindari terjadinya isu serupa di kemudian hari," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK