Sritex dan 3 Anak Usaha Digugat PKPU ke Pengadilan

CNN Indonesia | Senin, 26/04/2021 16:39 WIB
Sritex beserta 3 anak usaha, Sinar Pantja Djaja, Bitratex Industries, dan Primayudha Mandirijaya digugat PKPU oleh CV Prima Karya ke Pengadilan Negeri Semarang. Sritex beserta 3 anak usaha, Sinar Pantja Djaja, Bitratex Industries, dan Primayudha Mandirijaya digugat PKPU oleh CV Prima Karya ke Pengadilan Negeri Semarang. Ilustrasi. ((Pixabay/Succo).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex beserta tiga anak perusahaan lain, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh CV Prima Karya.

Gugatan terdaftar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Senin (19/4) lalu dengan nomor perkara 12/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Smg.

Dalam informasi perkara yang dikutip dari website Pengadilan Negeri Kota Semarang CV Prima Karya meminta pengadilan untuk menetapkan PKPU sementara terhadap Sritex dkk untuk jangka waktu paling lama 45 hari sejak dikeluarkannya putusan.


Mereka juga meminta pengadilan menunjuk dan mengangkat hakim pengawas dari hakim-hakim pengadilan niaga pada pengadilan negeri Semarang untuk mengawasi proses PKPU.

Menanggapi gugatan itu, Sritex menyebut bahwa CV Prima Karya merupakan mitra usaha yang bergerak di bidang konstruksi. Gugatan itu dibuat karena ketidakpuasan mengenai tagihan yang diajukan kepada perusahaan.

Disampaikan oleh Direktur Keuangan Sritex Allan Moran Severino lewat keterbukaan informasi, perusahaan telah melakukan langkah hukum yang diperlukan untuk menangani gugatan itu.

"Saat ini kami akan memantau perkembangan mengenai kasus yang dimaksud dan akan bertindak sesuai prosedur," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Ia menyebut gugatan itu berdampak pada kondisi keuangan dan kewajiban finansial (going concern). Walau begitu, ia menyampaikan kalau kondisi kas perusahaan masih mampu melunasi nilai gugatan PKPU itu.

"Kami selalu membuka ruang komunikasi dengan pihak lain dan mengedepankan upaya agar segala perselisihan dapat diselesaikan dengan cara baik," tutup dia.

Baru-baru ini, gugatan hukum lain juga dilayangkan kepada Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto dan anak usaha perseroan, PT Senang Kharisma Textil oleh PT Bank QNB Indonesia Tbk.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK