Melihat Anggaran Alutsista di Kemenhan 10 Tahun Terakhir

CNN Indonesia | Senin, 26/04/2021 21:22 WIB
Kecelakaan KRI Nanggala 402 yang disebut menewaskan 53 awaknya memberi alarm Alutsista RI perlu dibenahi. Sebenarnya, sudah ada anggarannya. Ini rinciannya. Kecelakaan KRI Nanggala 402 yang disebut menewaskan 53 awaknya memberi alarm Alutsista RI perlu dibenahi.(ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc).
Jakarta, CNN Indonesia --

Tenggelamnya KRI Nanggala 402 menjadi pukulan bagi masyarakat Indonesia khususnya bagi Kementerian Pertahanan. Sebanyak 53 awak kapal dipastikan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers, Minggu (25/4).

Namun, di balik insiden tersebut ada sejumlah pandangan bahwa musibah ini merupakan alarm bahwa Alat Utama Sistem Pertahanan (alutsista) milik TNI perlu peremajaan. KRI Nanggala 402 sendiri diklaim pernah menjalani perbaikan di Korea Selatan selama dua tahun, pada 2012 lalu.


Wakil Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menyatakan banyak alutsista milik TNI yang sudah berusia tua dan dalam kondisi rusak saat ini.

"Lagi-lagi ini adalah sinyal jelas bahwa TNI kita khususnya alutsista perlu peremajaan, kita tidak ingin melihat ini kembali terjadi. Kita tahu baik Angkatan Laut maupun Angkatan Udara kita, misalnya alutsista kita sudah pada tua dan rusak," kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (22/4).

Lantas, berapa besar anggaran kementerian di bawah komando Prabowo Subianto itu? Kemudian, berapa besar alokasi untuk perawatan dan perbaikan alutsista?

Berdasarkan data APBN Kementerian Keuangan, belanja Kemenhan termasuk belanja kementerian yang terbesar dalam 10 tahun terakhir. Anggaran Kemenhan bertambah setiap tahun anggaran sejak 10 tahun terakhir.

Pada 2021, Kemenhan mendapatkan alokasi pagu belanja sebesar Rp136,99 triliun. Angka ini merupakan belanja terbesar kedua setelah Kementerian PUPR.

Khusus di bidang alutsista, Kemenhan mengalokasikan pengadaan alutsista sebesar Rp9,3 triliun. Selain itu, Kemenhan berencana melakukan modernisasi serta pemeliharaan dan perawatan alutsista untuk TNI AD sebesar Rp2,65 triliun, TNI AL Rp3,75 triliun, dan TNI AU Rp1,19 triliun.

"Melihat perkembangan sejak 2016 hingga 2019, anggaran Kemenhan mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan diiringi kinerja penyerapan anggaran secara kumulatif sebesar 93 persen dari total pagu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)," bunyi Buku Himpunan dan Rencana Kerja K/L 2021 dikutip Senin (26/4).

Pada 2020, Kemenhan mendapatkan alokasi belanja sebesar Rp131,3 triliun yang merupakan anggaran terbesar kedua setelah Kementerian PUPR. Dari jumlah tersebut, Kemenhan berhasil merealisasikan anggaran belanja sebesar Rp117,9 triliun

Mengutip Nota Keuangan APBN 2021, apabila ditengok berdasarkan program kerja kementerian, mayoritas dana tersebut digunakan untuk tiga program.

Meliputi program penyelenggaraan manajemen dan operasional matra darat sebesar Rp46,14 triliun, program penyelenggaraan manajemen dan operasional matra laut Rp12,62 triliun, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kemenhan Rp12,14 triliun.

Selain itu, Kemenhan juga mengalokasikan anggaran untuk alutsista. Rinciannya, program modernisasi alutsista/non-alutsista/ sarana dan prasarana integratif Rp1,01 triliun, program modernisasi alutsista dan non alutsista/sarana dan prasarana matra darat Rp5,06 triliun, matra laut Rp2,77 triliun, dan matra udara Rp2,19 triliun.

Pada 2019, Kementerian Keuangan menjatah Kemenhan sebesar Rp108,4 triliun. Lagi-lagi, alokasi dana itu terbesar setelah Kementerian PUPR. Dari jumlah tersebut, Kemenhan merealisasikan belanja senilai Rp115,35 triliun.

Serupa dengan pola tahun sebelumnya, mayoritas dana tersebut digunakan untuk tiga program, yakni penyelenggaraan manajemen dan operasional matra darat sebesar Rp46,90 triliun, program penyelenggaraan manajemen dan operasional matra laut Rp12,34 triliun, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kemenhan Rp10,92 triliun.

Pada 2019, Kemenhan juga mengalokasikan anggaran untuk alutsista. Rinciannya, program modernisasi alutsista/non-alutsista/ sarana dan prasarana integratif Rp700 miliar, program modernisasi alutsista dan non alutsista/sarana dan prasarana matra darat Rp5,2 triliun, matra laut Rp3,63 triliun, dan matra udara Rp2,66 triliun.

(Baca laman selanjutnya: Anggaran Kemenhan 2011-2018...)

[Gambas:Video CNN]



Anggaran Kemenhan 2011-2018

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK