May Day, Menaker Ungkap Cara Selesaikan Masalah Tenaga Kerja

ulf, CNN Indonesia | Sabtu, 01/05/2021 15:22 WIB
Menaker Ida Fauziyah mengatakan kunci penyelesaian masalah ketenagakerjaan di Indonesia adalah investasi. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan kunci penyelesaian masalah ketenagakerjaan di Indonesia adalah investasi.

Lewat investasi ini, ia meyakini semakin banyak lapangan kerja yang bisa diciptakan sehingga menyerap tenaga kerja Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ida pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei.


"Kita membutuhkan investasi yang akan menjawab persoalan pengangguran itu. Kami berharap bahwa investasi itu berkualitas dan pada akhirnya menyerap tenaga kerja kita dan semakin menyerap pengangguran terbuka kita," ujarnya dalam acara May Day: Recover Together, Sabtu (1/5).

Mulanya, ia mengajak serta Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan untuk memperingati May Day. Namun, Luhut berhalangan hadir.

Ida menuturkan ingin menyampaikan dampak pandemi Covid-19 pada sektor ketenagakerjaan di Indonesia secara langsung kepada Luhut. Kondisi ini tercermin dari kenaikan pengangguran.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia tembus 9,77 juta orang pada Agustus 2020. Angka itu naik 2,67 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2020 melonjak menjadi 7,07 persen. Realisasi itu naik dari posisi Agustus 2019 yang sebesar 5,23 persen.

Ida melanjutkan untuk mendatangkan investasi tersebut, maka Indonesia memiliki terobosan melalui UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Sebab, omnibus law itu memberikan kemudahan bagi investor untuk menanamkan modalnya ke Indonesia.

"UU Cipta Kerja menjadi terobosan kita bersama dan saya ingin yakinkan kepada teman semua, mudah-mudahan omnibus law itu sekali lagi adalah bagian untuk mewujudkan kesejahteraan buruh," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak pekerja/buruh untuk memperingati May Day dengan cara berbeda dari tahun sebelumnya yaitu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Namun, ia menegaskan pemerintah tidak menghentikan pekerja/buruh untuk mengekspresikan kegembiraan dan nilai perjuangan mereka pada May Day ini.

"Kami sangat apresiasi teman serikat buruh dan serikat pekerja yang selenggarakan perayaan May Day ini dengan kegiatan-kegiatan sosial. Saya banyak mendapatkan laporan dari pimpinan konfederasi teman-teman melakukan bakti sosial, vaksinasi dan sebagainya," katanya.

Ida juga berharap May Day tahun ini menjadi momentum untuk kebangkitan sektor tenaga kerja dari dampak pandemi Covid-19. Terlebih, sudah ada beberapa indikator pemulihan ekonomi pada tahun ini. Namun, ia menekankan hal tersebut hanya bisa dicapai dengan sinergi dari pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh.

"Pemerintah tidak bisa sendiri, pengusaha juga tidak bisa sendiri, teman pekerja juga tidak bisa sendiri. Kita butuh bangkit bersama yakin dan percaya dengan bersama kita bisa lewati kondisi buruk yang menurut saya kondisinya semakin membaik," kata dia.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK