IFG Life Jadi Anggota AAJI

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 17:21 WIB
IFG Life, asuransi BUMN, resmi masuk menjadi anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). IFG Life, asuransi BUMN, resmi masuk menjadi anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). (CNN Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Asuransi Jiwa IFG atau IFG Life resmi masuk menjadi anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Hal ini menjadi momentum penting karena perusahaan beserta entitasnya dapat memperoleh aspirasi untuk meningkatkan profesionalisme di industri asuransi jiwa.

"Dengan masuknya IFG Life menjadi anggota AAJI, diharapkan bisa ikut memelihara dan memupuk kerja sama yang saling memberikan manfaat dalam mengembangkan usaha asuransi jiwa di Indonesia," imbuh Direktur Utama IFG Life Andy Samuel dalam keterangan resmi, Selasa (4/5).

AAJI merupakan organisasi yang memiliki sarana untuk berkomunikasi dalam menyampaikan aspirasi dan peningkatan profesionalisme pelaku asuransi jiwa dan reasuransi di Indonesia.


Selain itu, AAJI juga merupakan mitra pemerintah terkait pembinaan dan pengawasan kegiatan usaha asuransi jiwa dan reasuransi yang berkontribusi pada perekonomian nasional.

Sementara, Sekretaris Perusahaan IFG Life Oktarina D Sistha mengatakan masuknya perusahaan menjadi anggota AAJI menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dalam mengembangkan binis ke depannya. Saat ini, manajemen sedang menyiapkan model bisnis yang berorientasi pada proteksi.

"Sebagai anggota AAJI tentunya kami akan mendapatkan masukan atas bisnis model perusahaan. IFG Life akan kembali pada marwah asuransi yang memberikan perlindungan kepada pemegang polis baik asuransi jiwa maupun kesehatan," kata Shista.

Diketahui, IFG Life telah mendapatkan izin operasional perusahaan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-19/D.05/2021. Perusahaan beroperasi dalam tiga pilar bisnis.

Pertama, mengelola portofolio PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hasil dari program restrukturisasi polis. Kedua, melaksanakan bisnis baru berbasis jiwa dan kesehatan yang berorientasi pada proteksi.

Ketiga, mengelola dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Pasar utama yang akan jadi target IFG Life adalah BUMN, mulai dari korporasi, pegawai, nasabah, dan pelanggan BUMN.

Shista menyatakan pihaknya juga telah menyiapkan model bisnis yang berbeda dari Jiwasraya.

Beberapa model tersebut, antara lain IFG Life akan masuk dalam core proposition yang relevan sesuai kebutuhan, baik jiwa dan kesehatan, serta memilih untuk menyiapkan penasihat keuangan yang mengerti kebutuhan pelanggan.

"Dengan begitu kami yakin bahwa IFG Life mempunyai bisnis model yang cukup kuat dengan captive market di BUMN yang besar. Dengan tata kelola dan risk management yang kuat akan membantu memastikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik," jelas Sistha.

Sementara, Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon berharap keberadaan IFG Life dapat memberi warna baru di dalam industri asuransi jiwa. Selain itu, ia juga berharap perusahaan dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

"Kami juga berharap kehadiran IFG Life juga dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan khususnya mengenai jiwa, kesehatan dan pengelolaan dana pensiun," pungkas Budi.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK