Sri Mulyani Alokasikan 4,1 Persen APBN untuk Perubahan Iklim

CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 09:37 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengaku mengalokasikan dana 4,1 persen dari APBN untuk mengatasi persoalan perubahan iklim. Menkeu Sri Mulyani mengaku mengalokasikan dana 4,1 persen dari APBN untuk mengatasi persoalan perubahan iklim. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku pemerintah mengalokasikan dana sebesar 4,1 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mengatasi perubahan iklim. Hanya saja, ia tak menyebut secara pasti alokasi dana dari APBN fiskal tahun berapa.

Jika dihitung dari APBN 2021 yang target belanjanya mencapai Rp2.750 triliun, maka dana yang dialokasikan untuk mengantisipasi perubahan iklim sekitar Rp112,74 triliun.

"Kami mengalokasikan 4,1 persen dari anggaran kami untuk mengatasi perubahan iklim. Kami akan terus perhatikan penggunaan anggaran agar tetap konsisten dan kredibel," imbuh Sri Mulyani dalam ADB Annual Meeting-Raising the Bar on Climate Ambition: Road to COP26, Selasa (4/5).


Sri Mulyani mengaku mendapatkan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak menempatkan perubahan iklim sebagai prioritas kedua.

Karena itu, pemerintah tetap mengalokasikan dana untuk mengantisipasi perubahan iklim di tengah pemulihan ekonomi setelah dihantam pandemi covid-19.

"Kami merancang salah satunya reboisasi yang memungkinkan untuk mengatasi perubahan iklim. Jangan lupa Indonesia termasuk salah satu pemilik hutan tropis terbesar dan itulah kenapa penting untuk mencegah deforestasi," ungkap Ani, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pendanaan untuk mencegah perubahan iklim perlu diperluas hingga ke provinsi. Pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk berpartisipasi dengan mempekerjakan masyarakat dalam menjaga hutan.

"Itu juga salah satu yang bisa kami lakukan dalam menciptakan lapangan kerja ketika pengangguran meningkat di tengah covid-19," ucap dia.

Ia menambahkan bahwa pemerintah kerap menggunakan berbagai instrumen pendanaan untuk mencegah perubahan iklim. Salah satunya obligasi hijau.

"Kami harus konsisten dengan pendanaan dan kami menggunakan fiskal kami. Kami juga menggunakan sumber pendanaan filantropi sektor swasta," jelas Ani.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK