Sejarah Berdirinya WTO, Organisasi Perdagangan Dunia

tim, CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 14:15 WIB
World Trade Organization (WTO) adalah organisasi yang mengatur perdagangan internasional di dunia. Berikut sejarah berdirinya WTO. World Trade Organization (WTO) adalah organisasi yang mengatur perdagangan internasional di dunia. Berikut sejarah berdirinya WTO.(Foto: AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI)
Jakarta, CNN Indonesia --

World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia adalah organisasi yang mengatur perdagangan internasional di dunia. Berikut sejarah berdirinya WTO.

WTO berdiri pada 1 Januari 1995. Namun, sejarah WTO sudah ada jauh sebelum itu. WTO merupakan penerus dari General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) yang dibuat 1947.

GATT merupakan perjanjian yang terbentuk lantaran International Trade Organization (ITO) yang diusung Amerika Serikat dan sekutu gagal didirikan.


Perjanjian GATT merupakan satu-satunya perjanjian utama yang mengatur perdagangan internasional sampai WTO terbentuk. Perjanjian GATT terus diperluas dengan tambahan pengaturan, interpretasi, dan keputusan dewan.

Sistem GATT berkembang selama 47 tahun dan menjadi landasan perdagangan global yang melibatkan sekitar 130 negara.

Pendirian WTO berawal dari negosiasi Uruguay Round atau Putaran Uruguay pada 1986-1994 dan perundingan antar negara GATT. Pada 1 Januari 195 WTO resmi berdiri. Lahirnya WTO sekaligus menandai reformasi perdagangan internasional terbesar sejak Perang Dunia II.

Tujuan Pembentukan WTO

WTO  copper alphabet under light with bokeh light dots https://i1298.photobucket.com/albums/ag50/nanoqfu/financial%20_zpsmioxqtyg.jpgSejarah berdirinya WTO berawal dari pembentukan GATT. WTO didirikan untuk mengatur perdagangan internasional.(Foto: iStockphoto/jxfzsy)

Pembentukan WTO memiliki sejumlah tujuan dan peran. Berikut tujuan pembentukan WTO:

  1. Untuk mendapatkan dan menegakkan aturan perdagangan internasional.
  2. Untuk menyediakan forum negosiasi dan pemantauan liberalisasi perdagangan.
  3. Untuk menyelesaikan sengketa perdagangan.
  4. Untuk meningkatkan transparansi perdagangan dan proses pengambilan keputusan.
  5. Untuk bekerja sama dengan lembaga ekonomi internasional yang terlibat dalam manajemen ekonomi global.
  6. Untuk membantu negara berkembang mendapatkan manfaat penuh dari sistem perdagangan global.

Dikutip dari situs WTO, saat ini WTO memiliki 164 anggota dan mewakili lebih dari 98 persen perdagangan internasional. Jika GATT fokus pada perdagangan barang, WTO juga mencakup perdagangan jasa dan kekayaan intelektual. WTO juga membuat prosedur baru untuk menyelesaikan sengketa dagang.

Pengambilan keputusan di WTO dilakukan berdasarkan konsensus oleh seluruh anggota WTO. Badan tertinggi di WTO adalah Konferensi Tingkat Menteri (KTM) yang digelar setiap dua tahun sekali. WTO juga memiliki sejumlah koalisi seperti G-7, G-20, dan G-33.

Peran Indonesia di WTO

Ilustrasi Bendera IndonesiaWTO berdiri pada 1 Januari 1995. Indonesia merupakan salah satu negara yang aktif di sejumlah koalisi WTO salah satunya G-33 dan G-20. (Foto: mufidpwt/Pixabay)

Dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri, posisi Indonesia di WTO saat ini tergabung dalam sejumlah koalisi diantaranya G-33, G-20, G-7 dan NAMA-11.

Sebagai koordinator G-33, Indonesia menggelar serangkaian pertemuan tingkat pejabat teknis, duta besar, dan pertemuan tingkat menteri untuk mendorong negara berkembang.

Selain itu, Indonesia juga aktif terlibat dalam isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan nasional seperti pembangunan, kekayaan intelektual, lingkungan hidup, dan pembentukan aturan WTO terkait perdagangan multilateral.

Itulah sejarah berdirinya WTO, satu-satunya organisasi perdagangan internasional di dunia.

(din/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK