9.068 Investor Baru Borong Surat Utang SBR010

CNN Indonesia | Selasa, 03/08/2021 15:39 WIB
Menkeu Sri Mulyani berharap Indonesia bisa menjadi pasar obligasi dan keuangan yang stabil agar bisa menopang pembangunan secara berkelanjutan. Menkeu Sri Mulyani berharap Indonesia bisa menjadi pasar obligasi dan keuangan yang stabil agar bisa menopang pembangunan secara berkelanjutan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan sebanyak 9.068 investor baru yang membeli surat utang ritel (saving bond ritel/SBR) seri SBR010. Jumlah itu setara dengan 38,9 persen dari total investor SBR010 yang mencapai 23.337 orang.

"Artinya mereka baru pertama kali mungkin membeli SBR atau surat berharga negara. Investor ini tersebar di seluruh provinsi di Indonesia," ungkap Sri Mulyani dalam Opening Like It, Selasa (3/8).

Ia mengatakan pemerintah membutuhkan masyarakat untuk membeli surat berharga yang diterbitkan pemerintah. Di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan instrumen investasi yang baik dan bisa dipercaya.


"Ini kebutuhan yang saling membutuhkan namanya mutual," imbuh Sri Mulyani.

Sri Mulyani berharap Indonesia bisa menjadi pasar obligasi dan pasar keuangan yang semakin kompeten atau mature. Hal ini agar sektor keuangan di Indonesia lebih stabil.

"Jika suatu negara memiliki sektor keuangan dan pasar keuangan yang stabil maka mereka akan lebih mampu untuk membangun secara berkelanjutan," ujar Sri Mulyani.

Selain itu, bila sektor keuangan di suatu negara lebih stabil, maka tak akan mudah terpengaruh oleh gejolak yang terjadi di global dan regional.

"Ini penting karena kadang-kadang pemerintah sedang fokus untuk membangun namun kemudian ada perubahan di belahan bumi lain. Dia bisa mempengaruhi perekonomian kita," jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, pemerintah meraup dana Rp7,5 triliun dari penerbitan SBR010. Angka itu melampaui target awal yang hanya sebesar Rp5 triliun.

Kepala Seksi Perencanaan Transaksi SUN dan Derivatif Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Herman Sary Tua mengatakan pemerintah merevisi dua kali target penerbitan SBR010.

Pertama, pemerintah menaikkan dari Rp5 triliun menjadi Rp6 triliun. Kedua, pemerintah kembali menaikkan dari Rp6 triliun menjadi Rp7,5 triliun. Kenaikan dilakukan karena permintaan dari pasar.

Herman mengatakan total investor yang memesan SBR010 mencapai lebih dari 20 ribu orang. SBR010 dapat dibeli dengan minimal pembelian sebesar Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK