Anggota DPR Usul Alfamart dan Indomaret Dibatasi di Desa-desa

CNN Indonesia
Kamis, 26/08/2021 19:06
Anggota DPR mengusulkan pemda untuk membatasi pembukaan gerai minimarket, seperti Alfamart dan Indomaret, demi melindungi usaha kelontong warga. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adi Maulana).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengusulkan agar pembukaan gerai ritel minimarket seperti Alfamart dan Indomaret dibatasi di daerah kecil atau pedesaan. Pasalnya, ia menilai kehadiran mini market mematikan usaha kelontong warga kecil di daerah.

Ia menyebutkan usaha mikro hanya menunggu waktu saja untuk gulung tikar ketika minimarket dibuka di desa-desa.

Memang, kata dia, minimarket mampu menyerap tenaga kerja lokal. Namun, manfaat yang didapat jauh dari tekanan ekonomi yang disebabkan.


"Kalau tidak mampu kita bendung di kota, jangan dibiarkan di desa-desa. Kalau kita biarkan masalah ini Pak," katanya pada rapat kerja dengan Menteri Desa PDT pada Kamis (26/8).

Lasarus menyebut pemerintah daerah (pemda) membuka pintu lebar-lebar kepada Alfamart dan Indomaret ke daerah mereka. Tidak ada rem itulah yang membuatnya mengusulkan agar pembukaan minimarket diatur oleh pemerintah pusat.

"Ini monopoli yang sudah kebangetan dan pemda itu saya lihat buka seluas-luasnya. Nah ini masalah. Saya rasa pemerintah pusat harus turun tangan," imbuhnya.

Mengamini Lasarus, Anggota Komisi V Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) A Bakri mengatakan Kementerian Desa dan PDT harus tegas dalam membatasi operasional mini market di desa. Ia menyebut mini market melakukan monopoli dari hulu hingga hilir dan menekan pengusaha kecil di kampung.

Ia menyebut kebijakan Kementerian Desan PDT melarang BUMDesa memiliki usaha sejenis dengan masyarakat setempat tidak akan signifikan bila pihak swasta bebas beroperasional.

"Yang harus dibatasi itu Alfamart dan Indomaret di desa-desa, ini sudah merajalela ke mana-mana. Ini menjadi monopoli, semua di dia," tegasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Corporate Affair Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Solihin menyebut pihaknya bekerja sama dengan warung dan pedagang kelontong lewat pelatihan soal tata kelola usaha kepada lebih dari 100 ribu orang.

Selain itu, ia menyebut pihaknya juga mendirikan pelatihan di sekolah-sekolah untuk mengajarkan skill (keahlian) bisnis ritel. Sehingga, ia menyebut pihaknya juga hadir dalam membantu masyarakat.

"Penyerapan produk UMKM juga dipasarkan di jaringan Alfamart dan artinya ini membantu pemasaran UMKM," katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/8).

Ia juga membantah pihaknya melakukan monopoli karena 27 persen dari total toko Alfamart merupakan waralaba milik masyarakat. "Di dalamnya dimiliki masyarakat luas," imbuhnya.

Sedangkan, Marketing Director Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf mengaku belum dapat berkomentar karena belum mendengar langsung dari anggota DPR.

"Saya belum mendengar langsung apa konteks pembicaraannya, belum bisa kasih masukan," tandasnya.



(wel/bir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK