Nasib Pegawai BUMN yang Mau Dibubarkan Erick Thohir

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 16:25 WIB
Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut pegawai perusahaan negara yang dibubarkan punya peluang pindah ke perusahaan lain yang membutuhkan. Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan peluang pegawai perusahaan negara yang akan dibubarkan pindah ke perusahaan lain disesuaikan dengan kebutuhan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pegawai perusahaan negara yang akan dibubarkan Menteri BUMN Erick Thohir berpeluang dipindahkan ke perusahaan pelat merah lain. Namun, kebijakan itu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang dituju.

Opsi ini diungkap oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Ia mengatakan pegawai BUMN yang dibubarkan bisa masuk ke perusahaan dengan bidang bisnis yang sama.

"Nasib karyawan yang memungkinkan di bidang yang sama bisa saja dipindahkan ke BUMN lain yang sehat, tapi itupun sesuai dengan kebutuhan BUMN-nya," ujar Arya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/9).


Syarat lain, sambungnya, asal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saat ini, sambung Arya, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) melakukan proses pemetaan BUMN mana yang sekiranya akan menjadi tujuan pemindahan pegawai.

"Lagi dipetakan oleh kawan-kawan PPA. Yang penting sesuai peraturan perundang-undangan karena banyak juga BUMN-BUMN ini yang sudah lama tidak beroperasi," jelasnya.

Kendati begitu, belum ada kepastian kapan proses pembubaran akan dilakukan. Begitu juga dengan target perpindahan pegawai tersebut.

Sebelumnya, Erick mengumumkan akan membubarkan tujuh BUMN karena sudah tidak beroperasi lagi, namun masih memiliki pegawai. Hanya saja, para pegawai tidak pernah mendapat kebijakan yang jelas, sehingga pemerintah akan memberikan kepastian melalui pembubaran tersebut.

"Sekarang yang perlu ditutup tujuh (BUMN) yang sudah lama tidak beroperasi. Zalim kalau jadi pemimpin tidak berikan kepastian," ujar Erick.

Tujuh BUMN tersebut, yakni PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, dan PT Istaka Karya (Persero). Lalu, PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero) atau Insani, PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN, dan PT Kertas Leces (Persero).

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK