Erick Thohir Minta Inalum Go Public pada Akhir 2022

CNN Indonesia | Senin, 27/09/2021 20:35 WIB
Dirut MIND ID Orias Petrus Moedak mengungkapkan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir ingin Inalum go public (IPO) pada akhir akhir 2022. Dirut MIND ID Orias Petrus Moedak mengungkapkan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir ingin Inalum go public (IPO) pada akhir akhir 2022. (Dok. Inalum).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan Menteri BUMN Erick Thohir ingin PT Inalum (Persero) menawarkan saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) alias go public pada akhir 2022. Bersamaan dengan rencana ini, maka Inalum akan dilepaskan fungsinya sebagai induk holding BUMN tambang.

Hal ini diungkapkan Orias saat rapat bersama Komisi VII DPR pada Senin (27/9). Orias menyebut rencana ini berasal dari pemegang saham holding, yaitu pemerintah yang diwakili Menteri BUMN.

"Rencana ini sudah masuk dari pemegang saham, dalam hal ini Menteri BUMN dari Kementerian BUMN. Kami dari perusahaan yang menjadi target dari pelaksanaan tentu menyiapkan diri untuk itu," ujar Orias.


Orias menjelaskan rencana IPO sekaligus pelepasan fungsi Inalum sebagai induk holding saat ini sudah dibahas oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.

Kementerian BUMN juga sudah mengajukan surat permohonan kepada Kementerian Keuangan untuk melanjutkan proses ini dalam bentuk penerbitan peraturan pemerintah (PP) terkait pemisahan fungsi.

"Kalau proses pemisahan bisa terlaksana di tahun ini atau awal tahun depan, diharapkan IPO bisa dilaksanakan di akhir 2022. Setelah selesai baru kita bahas persiapan untuk lebih lanjut dari MIND ID," imbuhnya.

Kendati begitu, Orias belum bisa membagi informasi lebih rinci mengenai berapa kisaran harga saham, besaran dana yang akan diincar Inalum pada saat IPO, hingga kapan waktu tepat pelaksanaan IPO. Semua ini, sambungnya, bergantung pada proses di internal pemerintah.

Lebih lanjut, Orias menerangkan IPO sekaligus pelepasan fungsi induk holding dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Inalum ke depan. Pasalnya, kapasitas produksi aluminium perusahaan pelat merah itu hanya sekitar 250 ribu ton dalam kurun waktu 40-50 tahun terakhir.

"Apalagi, nanti Inalum akan punya proyek mengambil bauksit supaya terintegrasi dari bauksit sampai aluminium dalam satu perusahaan. Proyek-proyek ini akan dibiayai sendiri oleh Inalum operating, maka direncanakan untuk IPO," terang dia.

Direktur Layanan Strategis MIND ID Ogi Prastomiyono menambahkan dengan lepasnya fungsi holding nanti, maka Inalum sepenuhnya cuma akan menjalankan fungsi operating sebagai perusahaan saja.

Dengan demikian, Inalum bisa fokus menjalankan strategi dan target bisnisnya, termasuk salah satunya proyek pabrik alumina di Kalimantan Barat.

"Sedangkan MIND ID nanti lebih fokus ke penyusunan strategic, jadi lebih ke holding, bukan operational holding. Operational akan dilakukan di anak-anak usaha," pungkasnya.

Proyek Alumina Mandek

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK