EDUKASI KEUANGAN

Cermat Pilih Asuransi Agar Tak Kecele Seperti Wanda Hamidah

Wella Andany | CNN Indonesia
Sabtu, 16 Oct 2021 08:54 WIB
Perencana keuangan memberikan tips kepada kita soal cara memilih asuransi agar tak kecele seperti yang dialami Wanda Hamidah. Berikut pilihannya. Perencana keuangan menyebut ada beberapa tips dalam memilih asuransi agar tak kecele seperti yang dialami Wanda Hamidah. Ilustrasi. (Istockphoto/zimmytws).
Jakarta, CNN Indonesia --

Membeli produk asuransi untuk diri dan keluarga bisa menjadi salah satu bentuk perlindungan sekaligus investasi yang dapat dinikmati di kemudian hari.

Dengan hadirnya pandemi covid-19, masyarakat seakan disadarkan pentingnya menjaga kesehatan dan memiliki akses tanggungan kesehatan yang memadai saat dibutuhkan. Tak hanya manfaat kesehatan, asuransi juga menawarkan manfaat lainnya, misalnya asuransi jiwa, asuransi pendidikan, dan lainnya.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan survei lembaga riset Nielsen mengungkapkan kesadaran untuk memiliki produk asuransi jiwa di kota besar Indonesia sebesar 24 persen, hampir menyamai Singapura di kisaran 26 persen.


Tapi, jangan asal beli produk asuransi. Kalau tak cermat sebelum memilih, bisa jadi Anda malah kecele.

Maklum produk asuransi yang ditawarkan perusahaan asuransi berbagai macam. Selain itu, polis asuransi yang ditandatangani kerap berbahasa rumit dan sulit dipahami masyarakat awam.

Tengok saja pengalaman aktris Wanda Hamidah yang viral akhir-akhir ini akibat kekecewaannya dengan klaim asuransi yang tidak sesuai ekspektasinya. Ia merasa tertipu.

Pasalnya, walau sudah bayar asuransi selama 12 tahun, ketika membutuhkan klaim, manfaat yang didapat tidak seperti yang diharapkan.

Founder sekaligus Perencana Keuangan OneShildt Risza Bambang menyebut pangkal keributan soal klaim asuransi kerap disebabkan oleh ketidakterbukaan agen, ketidakpahaman nasabah, dan minimnya edukasi perusahaan asuransi.

Ia menilai agen mestinya terbuka dan secara gamblang menjelaskan manfaat asuransi serta klausal pengecualian. Agen tidak boleh hanya mengangkat poin-poin yang membuat nasabah tergiur membeli asuransi.

Sedangkan pembeli produk asuransi juga jangan hanya mempercayai pernyataan agen mentah-mentah. Pembeli harus mau membaca setiap klausul dalam perjanjian dengan teliti dan tanyakan setiap kalimat yang tidak dimengerti.

Untuk Anda yang masih menimbang-nimbang jenis produk asuransi yang ingin dibeli, berikut adalah penjelasan Risza agar tidak kecele seperti kasus Wanda:

1. Asuransi Berjangka (Term Insurance)

Risza menjelaskan asuransi berjangka merupakan jenis asuransi yang memberikan tanggungan jika risiko terjadi dalam periode tertentu yang sudah disepakati.

Misalnya, Anda membeli asuransi berjangka untuk 20 tahun, maka jika terjadi risiko atau Anda meninggal atau terjadi kecelakaan dalam jangka 20 tahun pembayaran tersebut, maka Anda atau ahli waris bakal menerima manfaat sejumlah yang ditetapkan sesuai dengan iuran.

Namun, jika dalam waktu 20 tahun tersebut tidak terjadi risiko, maka otomatis premi dianggap hangus. Sehingga, asuransi berjangka hanya memberikan manfaat proteksi dalam waktu yang ditentukan.

Dari segi iurannya pun, ia menjabarkan ada jenis iuran berbeda-beda, ada yang flat atau tak berubah selama jangka asuransi, namun ada juga yang iurannya berkurang atau bertambah sesuai dengan tujuan dan jenis asuransi yang diambil.

2. Asuransi Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Dalam perjalanan perasuransian, Risza mengatakan muncul ketidakpuasan masyarakat terhadap asuransi berjangka. Pembeli asuransi merasa rugi karena manfaat hanya cair jika risiko terjadi di saat tertentu saja.

Untuk menjawab ketidakpuasan tersebut, maka berkembang asuransi seumur hidup yang memberikan proteksi atau manfaat seumur hidup.

Jenis asuransi ini cocok untuk mereka yang tidak hanya mencari manfaat proteksi, namun juga investasi jangka panjang. Investasi lewat produk asuransi cocok untuk mereka yang sudah berumur dan ingin meninggalkan manfaat untuk anak atau ahli waris.

Sejalan dengan jangka manfaat seumur hidup, sisi minusnya iuran pun jauh lebih panjang dibandingkan dengan asuransi berjangka.

Nah, dalam asuransi jiwa seumur hidup pun ada beberapa jenis polis di dalamnya, seperti polis jiwa langsung (straight life policy) dan asuransi jiwa seumur hidup pembayaran terbatas (limited payment whole life insurance).

Asuransi Dwiguna dan Unitlink

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER