PLN Jamin Listrik untuk Dukung Investasi di Papua

Antara | CNN Indonesia
Selasa, 19 Oct 2021 08:33 WIB
Direktur Bisnis PLN Syamsul Huda menilai kecukupan listrik menjadi salah satu pertimbangan investor untuk investasi di Papua. Direktur Bisnis PLN Syamsul Huda menilai kecukupan listrik menjadi salah satu pertimbangan investor untuk investasi di Papua. Ilustrasi. (Dok. Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) memastikan daya listrik di seluruh wilayah Papua cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi yang diperkirakan menanjak usai penyelenggaraan PON XX.

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara Syamsul Huda mengatakan keberhasilan pesta olahraga empat tahunan itu memperlihatkan kesiapan masyarakat Papua terhadap masuknya investasi.

"Dengan PON di tiap klaster menjadi potret bahwa peluang bisnis di Papua sangat potensial," kata Huda dalam keterangan yang dikutip dari Antara, Selasa (19/10).


Menurut Huda, investor akan mempertimbangkan kecukupan listrik sebagai pertimbangan untuk menempatkan investasi.

"Pasokan listrik kini melimpah, kami mengajak para investor untuk masuk ke Papua. Semua infrastruktur pendukung untuk investor sudah siap," ujarnya.

Huda mencontohkan beban puncak di Merauke baru sekitar 23,2 MegaWatt (MW) dari total daya yang dimiliki mencapai 46,8 MW.

"Jadi reserve margin (Merauke) di atas 50 persen. Padahal, kalau kota besar 30 persen cukup, ini malah 50 persen," tambahnya.

Kondisi sama juga tercatat di Jayapura di mana selama penyelenggaraan PON XX Papua kebutuhan tertingginya hanya 97 MW dari daya mampu listrik 145 MW.

Hal ini menunjukkan suplai listrik masih sangat melimpah, meski Papua tengah menyelenggarakan kegiatan berskala nasional.

Perusahaan memproyeksikan kelimpahan daya listrik di Papua bisa lebih dari 50 MW setelah penyelenggaraan PON dan atlet pulang ke daerah mereka masing-masing.

Artinya, peluang pemanfaatan bagi kegiatan ekonomi lain terbuka, seperti sektor pertanian, perikanan, pertambangan, ataupun kegiatan olahraga berikutnya.

Selanjutnya, perusahaan berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur di Papua hingga tahun depan. Salah satunya, Gardu Induk (GI) Timika sebesar 2x60 MVA akan mulai beroperasi sebelum penutupan tahun ini.

Kemudian, akan masuk Pembangkit Listrik Sarmi 5 MW, Pembangkit Listrik Nabire 2x7 MW, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTMG Timika-GI Timika 60 kms, SUTT 150 kV GI Jayapura-GI Angkasa 20 kms, GI Angkasa 60 MVA, serta GI Sentani Baru 30 MVA.

"Di daerah lain seperti Manokwari, Sorong, Nabire, sampai Timika pun daya yang tersedia masih cukup besar. Jadi kalau di sana ada gelanggang olahraga, showroom, pusat bisnis, perikanan dan lain-lain, sana kan terbuka, bisa bangun tambak udang untuk ekspor, daya masih cukup," terangnya.

Sebagai informasi, saat ini, keseluruhan daya mampu sistem kelistrikan Papua dan Papua Barat mencapai 468,83 MW. Listri tersebut dipasok dari sejumlah pembangkit listrik berbahan bakar gas, air, diesel hingga surya.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER