RI Butuh Investasi Rp493,5 T Bangun Ekosistem Mobil Listrik

Dinda Audriene | CNN Indonesia
Senin, 25 Oct 2021 19:46 WIB
Luhut menyebut Indonesia butuh investasi Rp493,5 triliun untuk bangun ekosistem kendaraan listrik. Luhut menyebut Indonesia butuh investasi Rp493,5 triliun untuk bangun ekosistem kendaraan listrik. (ANTARA/RENO ESNIR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Indonesia butuh investasi US$35 miliar atau Rp493,5 triliun (kurs Rp14.100 per dolar AS) untuk mendukung pengembangan industri baterai lithium dan kendaraan listrik. Investasi ini dibutuhkan untuk 5-10 tahun ke depan.

"Menurut hitungan kami, dengan semua sistem yang kami bangun itu akan berjumlah kira-kira U$35 miliar untuk komitmen investasi yang juga sudah didapatkan Indonesia, untuk pengembangan industri baterai lithium dan kendaraan listrik dalam waktu lima sampai 10 tahun," ungkap Luhut, dikutip dari Antara, Senin (25/10).

Ia menyebut investasi tersebut akan menempatkan Indonesia dalam posisi kunci untuk mata rantai suplai kendaraan listrik.


Namun, Luhut mengatakan butuh kerja sama dari seluruh pihak untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Ekosistem itu terdiri dari kendaraan listrik dan komponen pendukungnya, industri baterai listrik, industri daur ulang baterai listrik, jaringan stasiun pengisian, dan penukaran baterai.

"Serta yang tidak kalah penting adalah R&D (research and development)," imbuh Luhut.

Menurut Luhut, R&D adalah komponen kunci dalam ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai, khususnya dalam teknologi lithium baterai dan battery management system yang akan memainkan peran kunci dalam pengembangan kendaraan listrik ke depannya.

Untuk mendukung R&D di Indonesia, sambung Luhut, pemerintah akan mengirimkan 400 putra dan putri terbaik bangsa setiap tahun ke luar negeri untuk mempelajari sains dan teknologi mulai tahun depan.

"Pemerintah melalui program presidential scholarship akan mengirimkan setidaknya 400 putra putri terbaik setiap tahun untuk mengambil program S1, S2, dan S3 di universitas top dunia dalam bidang sains dan teknologi, dan akan dimulai tahun depan," kata Luhut.

Sementara, Luhut mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian juga akan memasukkan kontribusi nilai investasi dan kegiatan di bidang R&D sebesar 20 persen dalam perhitungan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan kendaraan listrik yang dijual di Indonesia.

"Semua ini dilakukan untuk memastikan ekosistem R&D di bidang kendaraan listrik yang memadai. Mengenai pengiriman anak-anak pintar Indonesia, setiap tahun 400 dan Presiden masih dorong, mungkin setelah 2022, angka ini bisa double (berlipat ganda) jumlahnya," tutup Luhut.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER