Dunia Habiskan Rp169 Ribu Triliun untuk Tangani Covid pada 2020

CNN Indonesia
Selasa, 26 Oct 2021 18:56 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengatakan di dunia telah menghabiskan dana Rp169.647 triliun untuk menangani corona pada 2020 kemarin. Dana untuk stimulus fiskal. Menkeu Sri Mulyani mengatakan di dunia telah menghabiskan dana Rp169.647 triliun untuk menangani corona pada 2020 kemarin. Dana untuk stimulus fiskal. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan negara-negara di dunia telah menghabiskan dana mencapai US$12 triliun atau setara Rp169.647 triliun (kurs Rp14.137 per dolar AS) untuk menangani corona pada 2020 kemarin. 

Anggaran digelontorkan sebagai stimulus fiskal dalam rangka menangani dampak pandemi covid-19 pada 2020.

"Stimulus fiskal global di 2020 diperkirakan dari semua negara di dunia mencapai US$12 triliun," ungkap Ani, sapaan akrabnya, di acara The 13th International Conference on Islamic Economics and Finance (ICIEF), Selasa (26/10).


Bahkan, nilai ini diperkirakan masih terus bertambah seiring dengan covid-19 yang masih mewabah di berbagai negara sampai tahun ini. Belum lagi, pemerintah-pemerintah di banyak negara masih terus memberikan stimulus fiskal dalam rangka memulihkan ekonomi.

"Jadi pandemi menimbulkan biaya yang sangat besar bagi semua negara di dunia," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Di Indonesia sendiri, pemerintah menganggarkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 mencapai Rp744,77 triliun. Saat ini, dana tersebut telah terpakai Rp433,91 triliun atau 58,3 persen dari pagu sampai 22 Oktober 2021.

Dana ini, sambungnya, digunakan untuk menangani dampak pandemi sekaligus memulihkan ekonomi. Salah satunya untuk program vaksinasi di mana pemerintah menargetkan bisa mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) dengan menyuntikkan vaksin ke 70 persen populasi Indonesia pada akhir tahun.

"Indonesia masih harus berjuang untuk mengejar vaksinasi mencapai 70 persen herd immunity sebelum akhir tahun. Artinya kita harus memvaksinasi sekitar 2,5 juta orang per hari, ini adalah angka yang sangat besar," pungkasnya.

(agt/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER