Jakarta, CNN Indonesia -- Punya rumah adalah impian bagi semua orang. Bahkan, rumah seringkali dijadikan pondasi bagi keutuhan sebuah keluarga.
Harga rumah yang tak murah akhirnya membuat banyak orang kerja mati-matian mengumpulkan uang muka (down payment/DP) demi bisa beli rumah dan membayar cicilan setiap bulan.
Namun, jangan sampai Anda keasyikan mencari uang sampai akhirnya lupa kalau sekarang sudah mau akhir tahun. Pasalnya, akhir tahun biasanya menjadi momen bertabur diskon, mulai dari ritel hingga properti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut alasan kenapa Anda harus membeli rumah pada akhir tahun:
1. Promo Menarik
Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan akhir tahun adalah momen yang pas bagi Anda yang ingin membeli rumah. Pasalnya, pengembang akan menghabiskan stok atau kejar setoran pada akhir tahun.
"Mereka (pengembang) akan berusaha melepas produk mereka dan diterima pasar, jadi mereka berikan diskon agar habis stoknya," kata Eko kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/12).
Senada, Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan promo akhir tahun ini bisa jadi semakin meriah karena pandemi covid-19. Pengembang akan banting harga demi menarik konsumen.
"Ada pengembang yang berikan full furnish. Itu menarik banget," kata Andy.
Menurut Andy, konsumen bisa nego habis-habisan dengan pengembang pada akhir tahun ini untuk mendapatkan promo menarik. Nego ini bisa dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak diskon atau bonus furnitur untuk mengisi rumah.
"Konsumen bisa nego, mau dapat promo apa. Konsumen masih di atas angin sekarang," kata Andy.
2. Harga Naik Awal Tahun Depan
Selain itu, Andy mengatakan harga rumah berpotensi naik awal tahun depan. Pasalnya, ekonomi mulai bergerak positif.
Mobilitas warga secara bertahap bergerak normal seperti sebelum pandemi covid-19. Kegiatan ekonomi pun berangsur pulih, sehingga pengembang bisa saja mulai mengerek harga tahun depan.
"Ekonomi mulai pulih, kalau ekonomi membaik nanti pengembang di atas angin. Jadi promo beli sekarang, tahun depan harga naik," ujar Andy.
3. DP nol persen
Lalu, Anda juga bisa memanfaatkan kebijakan aturan DP nol persen untuk kredit pemilikan rumah (KPR). Hal ini akan mempermudah Anda dalam membeli rumah jika uang DP belum terkumpul 100 persen.
Namun, Andi mengingatkan jangan sampai Anda lupa mengalokasikan dana untuk membayar cicilan setiap bulan.
"Kadang orang lupa hitung cicilan. Cicilan rumah ini tidak murah per bulannya," kata Andy.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Bunga Murah
Akhir tahun bisa menjadi momentum tepat untuk membeli rumah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
4. Bunga Murah
Sementara, Eko mengatakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kini sedang murah-murahnya, yakni 3,5 persen. Hal itu mempengaruhi bank dalam menetapkan bunga KPR.
"Bunga sedang rendah-rendahnya sekarang," ujar Eko.
Tapi, Eko mengingatkan bahwa bunga acuan berpotensi naik tahun depan karena lonjakan inflasi dan kebijakan tapering oleh bank sentral AS The Federal AS.
Jika bunga acuan BI naik, otomatis bunga KPR juga akan meningkat. Alhasil, cicilan per bulan akan berat.
Makanya, akhir tahun ini adalah waktu yang tepat bagi Anda yang ingin membeli rumah.
"Kita tidak tahu ke depan bunga bagaimana, tapi kemungkinan naik," ucap Eko.
5. Diskon PPN 100 Persen
Selanjutnya, Andy mengatakan membeli rumah akhir tahun ini bisa lebih murah daripada tahun depan karena pemerintah memberikan diskon pajak pertambahan nilai (PPN) 100 persen untuk pembelian rumah maksimal Rp2 miliar sampai akhir 2021.
Dengan demikian, total dana yang dikeluarkan untuk beli rumah bisa berkurang karena diskon itu.
"Bebas PPN dari pemerintah. Kalau ada dana untuk beli rumah, kenapa tidak," kata Andi.
Lagi pula, rumah juga bisa menjadi investasi jangka panjang. Andy menyebut harga rumah akan naik jika dihitung dalam jangka panjang.
"Worth it untuk investasi, jangka panjang potensi harga naik pasti ada," jelas Andy.
Namun, ia mengingatkan bahwa ada biaya perawatan yang harus dikeluarkan ketika berinvestasi rumah. Minimal, Anda harus mengalokasikan dana untuk membayar air, listrik, ongkos bolak-balik dari tempat tinggal sekarang ke rumah Anda, dan rapi-rapi setiap bulan.
"Tenaga dan biaya, terus ada cicilan juga per bulan," tutup Andy.
[Gambas:Video CNN]