Peluang Brasil Kuasai Ekspor Jagung Tersendat Pasokan Pupuk Rusia

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Selasa, 15 Mar 2022 06:00 WIB
Peluang Brasil untuk menguasai pasar jagung global di tengah invasi Rusia ke Ukraina terhadang pasokan pupuk. Peluang Brasil untuk menguasai pasar jagung global di tengah invasi Rusia ke Ukraina terhadang pasokan pupuk. Ilustrasi. (iStockphoto/Ildar Imashev).
Jakarta, CNN Indonesia --

Peluang Brasil untuk menguasai pasar jagung global di tengah invasi Rusia ke Ukraina terhambat pasokan pupuk. Pasalnya, sebagian besar impor penyubur tanaman itu diimpor dari Rusia.

Sebagai pengekspor utama produk pertanian, Brasil berharap bisa mendapatkan untung dari lonjakan harga komoditas. Namun, sanksi barat membuat pasokan impor pupuk asal negeri Beruang Merah di Negeri turun.

Melansir AFP, Senin (14/3), invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari menimbulkan keraguan apakah kedua bisa mengekspor jagung di tahun ini. Sebagai catatan, Rusia dan Ukraina merupakan eksportir jagung keempat dan kelima terbesar di dunia tahun lalu.


Keraguan itu memicu lonjakan harga jagung yang berpotensi menjadi peluang bagi Brasil sebagai eksportir terbesar ketiga.

Analis pasar komoditas dari perusahaan Stonex, Joao Pedro Lopes, mengatakan harga jagung mencapai level tertinggi yang pernah ada.
"Kenaikan ini sangat menarik bagi produsen (jagung) di Brasil," katanya.

Perusahaan pemasok nasional, CONAB, menyatakan permintaan global yang kuat dan nilai tukar yang menguntungkan akan memungkinkan peningkatan 67 persen dalam ekspor jagung Brasil pada 2022.

Sementara itu, Departemen Pertanian AS memperkirakan jika panen Brasil sebesar yang diharapkan, negara itu dapat melampaui Argentina untuk menjadi pengekspor jagung nomor dua dunia tahun ini, hanya tertinggal dari Amerika Serikat.

"Permintaan internasional tiba-tiba muncul untuk pengiriman segera jagung Brasil, yang tidak biasa untuk paruh pertama tahun ini. Permintaan untuk paruh kedua juga meningkat," kata analis Paulo Roberto Molinari dari konsultan agribisnis Safras e Mercado.

Terkendala Pupuk

Meski Brasil yakin bisa meningkatkan ekspor pupuk di tengah kemelut konflik Rusia dan Ukraina, negeri Samba ini juga khawatir akan pasokan pupuk.

Kepala Asosiasi Produsen Jagung Brasil (Abramilho) Cesario Ramalho mengatakan pasokan pupuk menjadi tidak pasti akibat dua negara di Eropa timur itu.

Cesario menambahkan selama ini 80 persen pupuk yang digunakan Brasil adalah pupuk impor, 20 persen diantaranya berasal dari Rusia.

Belarusia yang juga menjadi pemasok utama pupuk di Brasil dan yang telah mendukung Rusia dalam krisis Ukraina, juga terpukul keras oleh sanksi Barat.

Menteri Pertanian Tereza Cristina mengatakan awal Maret ini Brasil memiliki stok pupuk yang cukup untuk bertahan hingga Oktober. Dia telah bernegosiasi dengan eksportir besar lainnya untuk mendapatkan lebih banyak.

Petani sudah merasakan kesulitan harga satu ton pupuk impor melonjak di Brasil hingga 129 persen dari Februari 2021 hingga Februari 2022.

Menambang di Tanah Adat

Polemik stok pupuk menjadi pembahasan dalam debat politik pada pekan lalu ketika Presiden Jair Bolsonaro menyebut bahwa perang Rusia-Ukraina menjadi celah untuk meloloskan RUU kontroversial yang melegalkan penambangan di tanah adat.

Pendukung RUU tersebut meyakini, jika beleid itu lolos maka Brasil bisa mengeksploitasi kekayaan mineralnya, termasuk cadangan kalium yang menjadi bahan utama pupuk.

Sementara, pihak yang kontra menilai rancangan aturan tersebut mengingatkan pertambahan tambang akan menjadi bencana bagi tanah adat yang dilindungi, termasuk di hutan hujan Amazon, di mana mereka mengatakan ada sedikit potasium.

Bolsonaro pada Jumat (11/3) mengatakan bahwa undang-undang yang diusulkan akan membantu mengintegrasikan masyarakat adat berbaur dengan masyarakat umumnya.

Pada hari yang sama, Pemerintahan Brasil juga meluncurkan rencana untuk memangkas hampir separuh ketergantungan Brasil pada pupuk asing pada 2050 dengan insentif pajak, pinjaman dan langkah-langkah lain untuk memacu produksi dalam negeri.

Sementara itu, gejolak pasar menyebabkan harga pakan ternak berbasis jagung dan kedelai naik, memukul produsen ayam dan babi Brasil.
Negara ini masing-masing menjadi eksportir nomor satu dan empat di seluruh dunia pada tahun 2020.

"Itu bisa berdampak pada produksi, karena margin keuntungan akan lebih lemah," kata Fernando Ferreira dari XP Investimentos.

[Gambas:Video CNN]



(dzu/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER