EDUKASI KEUANGAN

Kiat Hindari Buntung Akibat Robot Trading

Safyra Primadhyta & Dinda Audriene | CNN Indonesia
Sabtu, 02 Apr 2022 09:01 WIB
Perencana keuangan membeberkan sejumlah tips untuk menghindari kerugian karena menempatkan uang di robot trading. Berikut ulasannya. Perencana keuangan membeberkan sejumlah tips untuk menghindari kerugian karena menempatkan uang di robot trading. Berikut ulasannya. Ilustrasi. (Istockphoto/ Gazanfer).

3. Berani Cut Loss

Andi mengingatkan masyarakat untuk menentukan cut loss dalam berinvestasi. Dengan kata lain, masyarakat harus menetapkan sampai di angka berapa mereka bersedia menerima kerugian.

Sederhananya, harga saham A terus melemah dalam sepekan terakhir sekitar Rp100 ribu jika dibandingkan dengan saat pertama beli. Nah, masyarakat harus menetapkan mau melepas saham itu di level berapa.

Lihat Juga :

"Prinsip cut loss artinya menentukan target rugi yang akan didapat," ujar Andi.

Hal ini biasanya berbeda-beda tiap investor. Pasalnya, hal ini akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang.

"Kalau terima loss 3 persen ya sudah, tapi kalau mampu terima loss 5 persen-10 persen ya silakan," ucap Andi.

Namun, ia mengatakan jangan sampai masyarakat mendiamkan sahamnya yang terus menurun tanpa menetapkan target cut loss. Hal itu berpotensi membuat investor rugi besar.

"Harus diperhatikan, jangan turun terus didiamkan dan berharap naik lagi. Takutnya kebablasan," jelas Andi.

4. Uang Dingin

Andi menjelaskan investasi sebaiknya menggunakan uang dingin. Hal ini berarti uang yang tak akan digunakan dalam jangka panjang.

Tapi, ukuran jangka panjang atau jangka pendek setiap orang akan berbeda. Hal itu akan kembali dengan kebutuhan masing-masing orang.

"Tergantung kebutuhan dan lihat tujuan orang itu seperti apa, rencana uang itu mau digunakan kapan dan untuk apa. Beda-beda jangka waktu setiap orang," tutup Andi.

Ia menjelaskan menggunakan uang dingin dalam berinvestasi akan lebih aman. Pasalnya, masyarakat lebih bebas memilih instrumen investasi, seperti saham, emas, membeli valas, atau reksa dana.

Jika menggunakan uang panas atau uang yang akan digunakan dalam jangka pendek, maka masyarakat harus mencari instrumen yang rendah risiko, seperti deposito. Namun, potensi keuntungannya akan lebih rendah dibandingkan dengan instrumen yang berisiko tinggi.

Selain itu, Andi menjelaskan masyarakat juga harus pintar mengelola investasi. Jangan semua uang dingin dimasukkan dalam satu keranjang investasi yang sama dan dalam satu waktu.

"Misalnya uang dingin ada Rp10 juta, nah itu semua dibeliin kripto. Jangan begitu. Atur pola manajemennya yang bagus," papar Andi.

Sebagai gambaran, masyarakat bisa menggunakan 30 persen dari total uang dingin terlebih dahulu untuk membeli kripto. Lalu, lihat perkembangan dari aset kripto tersebut.

Jika positif, maka tak ada salahnya untuk menambah modal di aset kripto. Lalu, masyarakat juga bisa menggunakan sisa uang dingin untuk membeli instrumen investasi lain.

Intinya, lebih baik menempatkan dana di berbagai instrumen investasi dibandingkan hanya di dalam satu keranjang investasi. Sebab, jika di aset di instrumen A minus, maka ada potensi di instrumen lain positif sehingga masih memiliki cuan.

5. Cek Identitas Perusahaan

Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning Budi Rahardjo menambahkan masyarakat jangan lupa mengecek identitas perusahaan sebelum berinvestasi.

Misalnya mau investasi di reksa dana yang diterbitkan perusahaan A, masyarakat bisa mengecek apakah perusahaan itu terdaftar di OJK atau tidak.

"Cek juga perusahaan itu mendapatkan izin usaha sesuai tidak dengan yang dioperasikan sekarang. Jangan-jangan iya ada nama PT ada NPWP, tapi izinnya perdagangan, bukan mengelola uang. Itu kan beda," ungkap Budi.

Jika izin usaha sudah sesuai dengan operasional bisnis perusahaan itu sekarang, kata Budi, masyarakat juga jangan langsung berpikir bahwa investasi di perusahaan itu selalu untung. Tidak begitu cara mainnya.

"Meski sudah terdaftar di OJK, bukan berarti investasi aman, dijamin," kata Budi.

Untung dan rugi investasi akan bergantung dari produk yang dipilih dan situasi pasar. Maka dari itu, tak ada satu orang pun yang bisa memberikan kepastian investasi di instrumen A akan selalu untung.Mentok-mentok, seseorang hanya bisa memproyeksi. Bukan memberikan jaminan.

[Gambas:Video CNN]



(sfr)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER